Advertisement
Peristiwa Internasional

Belajar dari Gelombang Satu, Sektor 1 Madinah Berikan Inovasi Dalam Pelayanan Akomodasi

Kedatangan Jemaah haji Indonesia gelombang kedua di Madinah berjalan dengan lancar dan lebih baik menyusul perbaikan dan perubahan sistem layanan.

TIMES Indonesia,
Belajar dari Gelombang Satu, Sektor 1 Madinah Berikan Inovasi Dalam Pelayanan Akomodasi
Kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

MADINAH Jemaah haji Indonesia gelombang kedua telah tiba di Madinah termasuk jemaah asal embarkasi dan kloter YIA 12 dan KNO 14 yang tiba di hotel sektor 1 Madinah sekitar pukul 14.15 waktu Arab Saudi. 

Kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua di sektor 1 Madinah ini lebih tertib dan teratur baik saat turun dari bus, menunggu di lobby, naik ke lift hingga pengaturan kamar jemaah yang lebih tertata. 

Advertisement

Kepala Sektor 1 Madinah Ramlan Sudarto mengatakan, ketertiban dan pengaturan yang lebih baik ini hasil dari evaluasi dan pengalaman kedatangan jemaah haji Indonesia di gelombang pertama. 

“Kita kan evaluasi dari gelombang pertama kemarin, kita cari apa kelemahan-kelemahan dari gelombang pertama, kita sempurnakan di gelombang kedua ini,” ucap Kepala Sektor 1 Madinah Ramlan kepada Media Center Haji (MCH) di Madinah, Senin (8/6/2026). 

Menurutnya, dengan kolaborasi yang baik dan evaluasi yang telah dilakukan dapat membawa kebaikan untuk semua.

Mengenai terobosan yang dilakukan sektor 1 Madinah, Ramlan mengungkapkan pihaknya telah menginformasikan lebih awal mengenai nomor-nomor kamar jemaah haji Indonesia sebelum tiba di hotel. 

Ramlan Sudarto
Kasektor 1 Madinah Ramlan Sudarto. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

“Jemaah lagi di perjalanan, kita sudah by WA (Whatsapp), bahwa rombongan ini nanti kamarnya di sini, lantai ini. Jadi begitu sampai di sini, mereka sudah tahu bahwa mereka menempati kamar berapa dan lantai berapa,” ungkap Ramlan. 

Selain itu, lanjut Ramlan, pihaknya juga telah mengatur dan menempelkan nama-nama jemaah haji Indonesia di beberapa hotel yang mengizinkan untuk dipasang, sehingga tidak ada lagi kamar yang tertukar maupun ditukar. 

“Alhamdulillah pola dan sistem kerja ini kita sudah dapat. Jadi begitu jemaah datang dari Makkah, turun dari bus, langsung kita arahkan ke kamar masing-masing, karena kamarnya sudah by name, jadi sudah tidak tertukar lagi,” sebut Ramlan. 

“Jadi setiap kamar sudah ada by name, yang laki-laki dengan laki-laki, yang perempuan dengan perempuan. Kita yang mengatur sesuai dengan arah wamen. Yang mengatur itu kita, bukan KBIHU,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia