Helikopter Canggih AH-64 Apache Jatuh, Trump Salahkan Sekaligus Menyerang Iran
Amerika Serikat melakukan serangan baru terhadap Iran, Rabu dini hari tadi setelah Presiden Donald Trump mengklaim dengan menyalahkan Iran atas jatuhnya helikopter Apache di perairan Selat Hormuz karena bertabrakan dengan drone Iran.
JAKARTA – Amerika Serikat melakukan serangan baru terhadap Iran, Rabu dini hari tadi setelah Presiden Donald Trump mengklaim dengan menyalahkan Iran atas jatuhnya helikopter Apache di perairan Selat Hormuz karena bertabrakan dengan drone Iran.
Amerika Serikat mengklaim helikopter Apache miliknya bertabrakan dengan drone milik Iran di atas perairan Persia.
Seorang pejabat AS dengan syarat anonim menegaskan kepada AP, bahwa helikopter itu jatuh setelah bertabrakan dengan drone Iran. Namun tidak jelas apakah tabrakan itu disengaja atau tidak.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya IRGC pun telah mengumumkan bahwa Tentara Republik Islam Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS dan sistem radar Armada Kelima AS di Bahrain, Rabu pagi tad.
Bahrain, tempat markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS berada, dan telah menjadi pangkalan utama bagi operasi angkatan laut Amerika di Teluk Persia untuk menyerang Iran.
IRGC juga menyerang pangkalan udara AS di Al-Azraq, Yordania, pada waktu yang sama dengan menghantam empat target utama, termasuk tempat perlindungan pesawat tempur F-35 dan pusat komando dan kendali dengan rudal jarak jauh berbahan bakar padat.
Belum ada rincian yang segera diberikan mengenai besarnya kerusakan atau jumlah korban jiwa.
Iran telah berulang kali memperingatkan bahwa negara mana pun yang menjadi tuan rumah pangkalan AS yang digunakan untuk menyerang Iran akan menghadapi konsekuensi
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menuding dalih Amerika Serikat itu palsu soal jatuhnya helikopter Apache yang katanya canggih itu.
"Militer kriminal AS harus tahu bahwa jika agresi terhadap Republik Islam Iran diulangi, serangan yang lebih parah dan meluas akan dilakukan terhadap bank target yang telah ditentukan di kawasan tersebut," kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.
Menurut pernyataan tersebut, Amerika Serikat melancarkan serangan Rabu dini hari tadi menyusul laporan jatuhnya helikopter Apache AS di atas Selat Hormuz awal pekan ini.
Kementerian Luar Negeri mengatakan Angkatan Bersenjata Iran menanggapi hal tersebut berdasarkan hak negara untuk membela diri dengan melakukan serangan terhadap pangkalan dan aset AS di wilayah tersebut yang digunakan sebagai titik awal serangan.
Iran juga memperingatkan negara-negara di kawasan itu, khususnya negara-negara di pantai selatan Teluk Persia, agar tidak mengizinkan Amerika Serikat atau Israel menggunakan wilayah atau fasilitas mereka untuk operasi melawan Iran.
Kementerian tersebut menekankan bahwa Iran akan menggunakan hak inherennya untuk membela diri dengan menargetkan baik sumber serangan maupun pangkalan atau pusat logistik apa pun yang terlibat dalam mendukung agresi terhadap negara tersebut.
Sebelumnya pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan, bahwa pasukan asing di dekat wilayah Iran selalu berisiko karena kesalahan manusia, kecelakaan biasa, atau berpotensi terjebak dalam baku tembak.
"Untuk mengurangi risiko, solusi terbaik adalah mereka pergi," tegasnya memperingatkan.
"Kami lebih menyukai bahasa diplomasi, tetapi kami juga bisa berbicara dalam bahasa lain," tambahnya.
Donald Trump langsung menuding Iran telah menembak jatuh helikopter canggihnya, Apache di Selat Hormuz. Namun pernyataan resmi dari pemerintah AS hingga kini hanya mengatakan bahwa insiden tersebut masih dalam penyelidikan.
Setelah ocehan Trump itu, militer AS mengumumkan bahwa mereka telah memulai serangan baru terhadap Iran. Komando Pusat mengatakan helikopter AH-64 Apache itu jatuh di dekat pantai Oman.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


