Advertisement
Peristiwa Internasional

Petugas Tingkatkan Layanan untuk Jemaah Lansia dan Akses ke Raudhah

Petugas Sektor Khusus Nabawi meningkatkan layanan akses ke Raudhah untuk jemaah haji lansia.

TIMES Indonesia,
Petugas Tingkatkan Layanan untuk Jemaah Lansia dan Akses ke Raudhah
Penanganan jemaah haji Indonesia yang membutuhkan kursi roda di sekitar Masjid Nabawi. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

MADINAH Petugas Haji di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi terus meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang saat ini berada di Madinah. Fokus layanan diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas agar dapat beribadah di Masjid Nabawi dengan lebih aman dan nyaman.

Kepala Sektor Khusus Nabawi, M. Thoriq, mengatakan berbagai fasilitas telah disiapkan untuk membantu kebutuhan jemaah haji Indonesia, terutama yang memiliki keterbatasan fisik.

Advertisement

"Untuk jemaah haji gelombang kedua, kita akan melaksanakan penguatan pelayanan terhadap lansia dan disabilitas, antara lain kita menyiapkan kursi roda di setiap pos," katanya di Madinah dikutip Sabtu (13/6/2026). 

Menurut Thoriq, petugas juga telah menyiapkan langkah antisipasi jika jumlah kursi roda yang tersedia tidak mencukupi. Seluruh petugas Seksus Nabawi telah diminta untuk berkoordinasi dengan layanan Nusuk Care guna meminjam kursi roda tambahan jika diperlukan.

"Kalaupun nanti kita kekurangan kursi roda, saya menugaskan seluruh anggota Seksus Nabawi untuk meminjam kursi roda di Nusuk Care," ujarnya.

Nabawi M Thoriq
Kaseksus Nabawi M. Thoriq. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)

Selain menyediakan bantuan mobilitas, petugas juga memberikan dukungan kesehatan bagi jemaah. Mengingat suhu udara di Madinah masih sangat panas, petugas membantu menyediakan air minum, sandal cadangan, serta semprotan air untuk membantu mengurangi risiko dehidrasi.

Advertisement

"Mengingat suhu harian saat ini adalah 42 derajat dan cukup panas dan cukup terik, sehingga untuk menghindari jemaah dehidrasi dan sebagainya kita juga membantu mengambilkan air minum," jelasnya.

Petugas juga aktif memberikan edukasi kepada jemaah mengenai penggunaan aplikasi Nusuk dan aturan yang berlaku di Masjid Nabawi. Hal ini dilakukan agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tertib dan nyaman.

"Kita mengedukasi jemaah dalam penggunaan aplikasi Nusuk, dan juga mengedukasi jemaah agar mematuhi tata tertib yang ada di Masjid Nabawi ini supaya mereka bisa beribadah dengan khusyuk," katanya.

Terkait kunjungan ke Raudhah, Thoriq menjelaskan bahwa proses masuk dilakukan secara kolektif melalui tasreh atau izin resmi yang diterbitkan melalui sistem Nusuk. Dengan sistem tersebut, seluruh kloter mendapatkan kesempatan yang sama untuk masuk ke Raudhah.

"Setiap kloter mempunyai hak jemaahnya untuk masuk Raudhah full satu kloter," ujarnya.

Pada salah satu sesi kunjungan sore, sekitar 1.045 jemaah masuk ke Raudhah. Jumlah tersebut terus bertambah pada sesi berikutnya hingga total jemaah yang masuk setiap hari mencapai ribuan orang.

"Bisa kurang lebih sampai 8.000 orang dalam satu hari, laki-laki maupun yang wanita," kata Thoriq.

Thoriq menilai jemaah gelombang kedua lebih siap menghadapi kondisi di Madinah karena sebelumnya telah menjalani rangkaian ibadah di Makkah. Pengalaman tersebut membuat mereka lebih memahami lingkungan dan fasilitas yang tersedia.

"Jemaah haji gelombang kedua ini lebih memahami situasi, jadi mereka sudah cukup orientasi, sudah cukup pengalaman di Makkah," ujarnya.

Menurutnya, kondisi itu berdampak positif terhadap menurunnya jumlah jemaah yang tersesat atau mengalami kesulitan menemukan hotel maupun barang pribadi mereka. 

"Relatif kasus jemaah yang lupa jalan pulang ke hotel, kesasar dan sebagainya agak lebih sedikit dibandingkan dari jemaah haji gelombang pertama," ucapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia