Petugas Perempuan MCH Pimpin Apel Pagi Haji Indonesia di Madinah, Jadi Sejarah Baru
Petugas perempuan dari Media Center Haji (MCH) untuk pertama kalinya memimpin seluruh rangkaian apel pagi petugas haji Indonesia di Madinah. Momen ini menjadi simbol kapasitas kepemimpinan perempuan dalam mendukung operasional penyelenggaraan ibadah
MADINAH – Suasana berbeda terlihat dalam apel pagi petugas haji Indonesia di Madinah, Minggu (14/6/2026). Untuk pertama kalinya, seluruh rangkaian apel pagi dipimpin dan dijalankan oleh petugas perempuan dari Media Center Haji (MCH).
Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, mengatakan pengambilalihan apel pagi oleh MCH merupakan bentuk penghormatan terhadap Pers sekaligus menunjukkan kapasitas petugas media dalam mendukung operasional penyelenggaraan ibadah haji.
Apel pagi tersebut dipimpin oleh jurnalis Emtek Media, Pratiwi Kusumastuti, yang bertugas sebagai pemimpin apel. Sementara itu, peran pembawa acara atau MC dipercayakan kepada jurnalis Kompas TV, Jihan Novita Sari. Pembacaan doa dipimpin oleh jurnalis TV Muhammadiyah, Finny Auliani, sedangkan pengambil apel adalah Kasi MCH Madinah, Ranita Erlanti Harahap. Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi yang dipandu oleh jurnalis Garuda TV, Putri Anggia.
Menariknya, seluruh petugas yang mengisi peran penting dalam apel pagi tersebut merupakan perempuan. Kehadiran mereka sekaligus menjadi gambaran nyata keterlibatan perempuan dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji, tidak hanya dalam bidang komunikasi dan informasi, tetapi juga dalam tugas-tugas koordinasi dan kepemimpinan di lapangan.
Khalilurrahman menilai pelaksanaan apel berjalan sukses meski dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa seluruh unsur pelayanan haji memiliki kemampuan yang sama untuk mengambil peran strategis selama memiliki kemauan dan kesiapan yang baik.

"Teman-teman MCH mampu menunjukkan kemampuannya dan memberikan sebuah teladan yang baik bahwa semua layanan, bukan hanya Media Center Haji, tapi semua layanan baik akomodasi, konsumsi, transportasi, dan semua layanan yang ada di sektor semuanya bisa menjadi petugas apel sepanjang ada keinginan dan kemauan yang kuat," ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan petugas perempuan MCH memimpin apel pagi tidak terlepas dari pembekalan yang telah diterima seluruh petugas selama menjalani pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede sebelum bertugas di Arab Saudi. Bekal tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam membentuk kemampuan kepemimpinan, disiplin, dan kerja sama antarpetugas.
Khalilurrahman berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi petugas lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia menegaskan bahwa pelayanan haji merupakan kerja kolektif yang membutuhkan kontribusi seluruh unsur petugas tanpa memandang latar belakang tugas maupun gender. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


