Draf Damai Iran-AS Terbuka, 14 Poin Kesepakatan Besar Mulai Terungkap
Iran dan AS merumuskan draf nota 14 poin untuk akhiri perang, buka Selat Hormuz, cabut blokade dan sebagian sanksi, serta siapkan rekonstruksi Iran senilai ratusan miliar dolar.
JAKARTA – Media Iran pada Senin (15/6/2026) menerbitkan rincian draf nota kesepahaman berisi 14 poin antara Iran dan Amerika Serikat yang memuat usulan kerangka kerja untuk mengakhiri perang dan menapaki jalan menuju kesepakatan final.
Kantor berita semi-resmi Mehr melaporkan, dikutip dari Anadolu-OANA, draf tersebut mencakup seruan penghentian perang secara segera dan permanen di seluruh front, termasuk Lebanon, penghentian blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta masa perundingan 60 hari yang akan membahas isu nuklir dan pencabutan sanksi.
Dokumen ini dirilis menyusul pernyataan Iran bahwa nota kesepahaman tersebut telah disepakati dan akan ditandatangani secara resmi pada Jumat di Jenewa. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung, seraya mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan “pencabutan segera” blokade Angkatan Laut AS.
Berikut sejumlah poin utama dalam rancangan kesepakatan tersebut:
Akhir Perang dan Komitmen Amerika Serikat
Menurut Mehr, draf tersebut menyerukan penghentian perang secara segera dan permanen di semua front, termasuk Lebanon.
Rancangan itu juga memuat komitmen Amerika Serikat untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Iran serta menghormati kedaulatan Republik Islam.
Selain itu, AS diwajibkan menarik pasukannya dari sekitar Iran dan menahan diri dari penempatan pasukan tambahan di kawasan, maupun menerapkan sanksi baru sepanjang masa perundingan.
Pembukaan Selat Hormuz dan Pencabutan Blokade
Draf tersebut mengatur pencabutan penuh blokade angkatan laut AS terhadap Iran dalam waktu 30 hari.
Dokumen itu juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam kurun waktu yang sama, di bawah pengelolaan Iran.
Mehr menyebut, rancangan itu mencakup mekanisme pemantauan khusus untuk memastikan implementasi kesepakatan berjalan sesuai komitmen.
Pencabutan Sanksi dan Pelepasan Aset Beku
Rancangan itu mengatur penangguhan sanksi atas penjualan sejumlah komoditas utama Iran, termasuk minyak, produk petrokimia, dan turunannya, dengan memberikan Teheran akses penuh pada sistem keuangan terkait.
Draf tersebut juga menyerukan pelepasan aset Iran yang dibekukan senilai 24 miliar dolar AS (sekitar Rp427 triliun, dengan asumsi Rp17.700 per dolar AS) selama periode negosiasi 60 hari. Setengah dari jumlah itu disebut akan tersedia bagi Iran sebelum dimulainya perundingan final.
Masih menurut laporan Mehr, kesepakatan akhir akan mencakup pencabutan penuh sanksi primer dan sekunder AS, serta penghentian sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB dan Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional yang berkaitan dengan Iran.
Perundingan Nuklir, Garis Batas Iran
Draf tersebut menetapkan masa perundingan selama 60 hari untuk merampungkan kesepakatan akhir yang berfokus pada isu nuklir dan pencabutan sanksi.
Iran disebut akan kembali menegaskan komitmennya dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir.
Mehr melaporkan, perundingan akhir hanya akan menyoal nasib material yang telah diperkaya dan aktivitas pengayaan, pencabutan sanksi, serta agenda rekonstruksi ekonomi Iran.
Laporan itu menambahkan, program rudal Iran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok perlawanan “secara tegas” dikecualikan dari agenda negosiasi.
Rencana Rekonstruksi dan Kesepakatan Akhir
Draf tersebut mewajibkan Amerika Serikat dan sekutunya menyusun rencana rekonstruksi bagi Iran dengan nilai sedikitnya 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5.318 triliun dengan asumsi Rp17.700 per dolar AS).
Disebutkan pula bahwa kesepakatan akhir akan dikukuhkan lewat sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB.
Mehr melaporkan, negosiasi final tidak akan dimulai sebelum separuh aset Iran yang dibekukan dilepaskan, sanksi terhadap minyak Iran ditangguhkan, dan blokade angkatan laut dicabut sepenuhnya.
Perubahan Menit-Menit Terakhir
Secara terpisah, kantor berita Tasnim—mengutip sumber yang mengetahui jalannya perundingan—melaporkan bahwa sejumlah perubahan menit-menit terakhir dimasukkan ke dalam draf, termasuk klausul mengenai pengelolaan Selat Hormuz.
Sumber tersebut menambahkan, jaminan terkait kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon juga disisipkan pada tahap akhir dan menjadi faktor penting di balik batalnya serangan balasan Iran yang sebelumnya dipersiapkan atas aksi Israel di kawasan pinggiran selatan Beirut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


