Advertisement
Peristiwa Internasional

Intelijen AS Sebut Netanyahu akan 'Sabotase' Kesepakatan Iran demi Bertahan Hidup Secara Politik

Badan intelijen AS memperingatkan Presiden Trump bahwa PM Israel Benjamin Netanyahu 'kemungkinan besar akan mengambil langkah' untuk menggagalkan kesepakatan perdamaian dengan Iran, demi kelangsungan politiknya menjelang pemilu Oktober.

TIMES Indonesia,
Intelijen AS Sebut Netanyahu akan 'Sabotase' Kesepakatan Iran demi Bertahan Hidup Secara Politik
Benyamin Netanyahu (FOTO: ilustrasi)
A-AA+

JAKARTA Pemerintahan Presiden Donald Trump telah diperingatkan oleh badan intelijen Amerika Serikat bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemungkinan akan mengambil langkah-langkah yang akan menggagalkan upaya mencapai kesepakatan perdamaian abadi dengan Iran.

Dilaporkan The Washington Post pada Jumat (19/6/2026) waktu setempat, peringatan ini muncul di tengah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang mulai berlaku. Menurut seorang pejabat senior Israel, gencatan senjata akan berakhir jika ada pelanggaran dari pihak Hizbullah. Israel disebut masih mempertahankan pasukannya di Lebanon selatan.

Advertisement

Menurut salah satu pejabat yang dikutip The Washington Post, badan intelijen AS menilai bahwa kelangsungan politik Netanyahu menjelang pemilu Israel pada Oktober terkait dengan kemampuannya menunjukkan kepada para pendukung bahwa ia tidak akan menarik pasukan IDF dari Lebanon dan tetap berkomitmen mengintensifkan kampanye melawan Hizbullah.

Laporan itu menambahkan bahwa ketidakpuasan Israel terhadap syarat-syarat nota kesepahaman dengan Iran mempersulit tujuan Netanyahu untuk mempertahankan tekanan maksimum pada Teheran.

Penilaian yang disampaikan kepada Trump juga mencatat bahwa setiap penghentian permusuhan atau penarikan pasukan Israel dari Lebanon kemungkinan akan dianggap sebagai kekalahan politik bagi Netanyahu di dalam negeri.

Bahkan jika Israel tidak meningkatkan pertempuran di Lebanon, penolakannya untuk menarik pasukan dari selatan Lebanon kemungkinan akan membahayakan kesepakatan AS-Iran yang rapuh, kata seorang pejabat AS.

"Terus menduduki sebagian Lebanon adalah resep bencana. Tanpa penarikan penuh Israel, kemungkinan permusuhan kembali dimulai hampir pasti," kata pejabat tersebut.

Advertisement

Sebelumnya, NBC News melaporkan bahwa Presiden Trump meminta Israel untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hizbullah, tanpa merinci apakah ia berbicara langsung dengan Netanyahu untuk menyampaikan permintaan tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Faizal R Arief
PenulisFaizal R AriefKarir jurnalistiknya dimulai sejak tahun 1993. Suka menulis liputan-liputan yang mendalam. Penikmat kopi ini bergabung di TIMES Indonesia pada 2017.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia