Kadaker Madinah Apresiasi Disiplin Jemaah Haji, Imbau Jaga Kesehatan Saat Cuaca Ekstrem
Kadaker Madinah Khalilurrahman apresiasi kedisiplinan jemaah haji gelombang kedua. Semua jemaah mendapat jadwal Raudhah. Suhu 45°C, jemaah lansia diimbau tidak memaksakan diri salat di Masjid Nabawi.
MADINAH – Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman mengapresiasi kedisiplinan jemaah haji Indonesia gelombang kedua selama menjalani ibadah dan aktivitas di Kota Madinah.
Apresiasi tersebut disampaikan Kadaker Madinah Khalilurrahman saat pelepasan kepulangan jemaah haji Kloter LOP 15 dari Sektor 5 Madinah, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Kadaker Madinah Khalilurrahman, kepatuhan jemaah terlihat baik saat menjalani ziarah maupun menjelang proses kepulangan ke Tanah Air. Ia menilai hal tersebut turut mendukung kelancaran pelayanan haji tahun ini.
Khalilurrahman menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan 19 bus untuk mengantar jemaah menuju bandara internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah.
Selain memastikan kesiapan transportasi, petugas juga terus berkoordinasi dengan pihak bandara agar tidak terjadi penumpukan jemaah saat proses keberangkatan. Selama berada di Madinah, kata dia, jemaah telah mendapatkan layanan konsumsi, transportasi, dan akomodasi sesuai ketentuan.

"Jemaah haji sudah mendapatkan pelayanan selama berada di Madinah, baik layanan konsumsi, transportasi, dan juga akomodasi, termasuk yang paling penting adalah mereka semua telah berziarah ke Raudhah Asy-Syarif dan juga berziarah ke makam Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam," ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada jemaah haji Indonesia gelombang kedua yang dinilai tertib selama mengikuti jadwal ziarah ke Raudhah.
Menurutnya, jemaah mampu mengikuti arahan petugas kloter, petugas sektor, maupun petugas di Sektor Khusus Nabawi dengan baik. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan kunjungan ke Raudhah berjalan lancar tanpa insiden desak-desakan.
"Kami memberikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jemaah haji Indonesia karena sudah melakukan kunjungan ke Raudhah dengan tertib, rapi, terkoordinir dengan rapi, dan tidak berdesak-desakan," katanya.
Tidak hanya saat beribadah, kedisiplinan jemaah juga terlihat menjelang kepulangan ke Indonesia. Khalilurrahman mengatakan mayoritas jemaah telah mematuhi ketentuan terkait barang bawaan yang diperbolehkan masuk ke bagasi maupun kabin pesawat. Kepatuhan tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran proses penerbangan dan pemeriksaan di bandara.
"Alhamdulillah jemaah haji luar biasa patuh terhadap ketentuan-ketentuan penerbangan sipil yang sudah disampaikan oleh maskapai dan juga petugas haji yang ada di sektor atau daker," ungkapnya.
Meski demikian, Khalilurrahman mengingatkan jemaah yang masih berada di Madinah agar tetap menjaga kondisi kesehatan.
Ia meminta jemaah lansia dan disabilitas tidak memaksakan diri beraktivitas di luar ruangan, terutama untuk salat berjamaah di Masjid Nabawi apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.
Menurutnya, suhu udara di Madinah saat ini mencapai sekitar 45 derajat Celsius sehingga berisiko bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik. "
Jemaah jangan memaksakan diri kalau seandainya dalam kondisi tidak memungkinkan untuk salat di Masjid Nabawi," ujarnya.
Selain menjaga kesehatan, ia juga mengingatkan jemaah untuk mematuhi aturan maskapai terkait barang bawaan menjelang kepulangan.
Penimbangan koper bagasi akan dilakukan dua hari sebelum keberangkatan sehingga jemaah diminta memastikan barang yang dibawa sesuai ketentuan.
Di sisi lain, Kadaker Madinah memastikan seluruh jemaah gelombang kedua yang belum mendapatkan jadwal masuk Raudhah tidak perlu khawatir.
"Kita sudah mendapatkan lebih tasrih Raudhah dari jumlah jemaah haji gelombang kedua. Semuanya akan dapat," kata Khalilurrahman.
Terkait cuaca panas yang terus meningkat, ia mengimbau jemaah dan petugas untuk selalu membawa perlengkapan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan. Payung, masker, kacamata, dan air minum menjadi perlengkapan yang disarankan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas.
Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak meninggalkan sandal di area penitipan sandal Masjid Nabawi untuk menghindari kehilangan atau tertukar.
"Kami menghimbau supaya sandal ketika salat tetap dibawa, masukkan kantong plastik dan ditaruh di depan jemaah," tandasnya. (*/MCH)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


