Iran Tutup Selat Hormuz Akibat Israel Langgar Gencatan Senjata
Iran menutup Selat Hormuz sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang terus menyerang Lebanon. AS klaim 55 kapal dagang tetap melintas. Negosiasi final AS-Iran di Swiss tertunda, perbedaan dengan Netanyahu memanas.
JAKARTA – Iran secara resmi menyatakan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu (20/6/2026), dengan alasan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel yang terus melakukan serangan mematikan di Lebanon selatan. Pengumuman ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Navy, yang memperingatkan kapal-kapal untuk tidak mendekati jalur perairan tersebut dan menyatakan keselamatan kapal akan terancam.
Komando militer tertinggi Iran menyebut penutupan ini sebagai langkah pertama sebagai respons atas pelanggaran komitmen oleh AS dan Israel, lapor kantor berita semi-resmi Mehr.
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa 55 kapal dagang tetap melintas pada Sabtu, membawa lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar global. "Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek kesepakatan dengan Iran dipatuhi," demikian pernyataan CENTCOM di X.
Serangan Israel pada Sabtu dini hari menewaskan setidaknya 16 orang, termasuk dua anak-anak, menurut pertahanan sipil dan media Lebanon. Serangan terjadi sehari setelah AS menyatakan bahwa Israel dan Hizbullah telah memberlakukan gencatan senjata baru atas permintaan Presiden Trump.
Perbedaan Trump dan Netanyahu Memburuk
Israel terus menyerang Lebanon meskipun ada kesepakatan AS-Iran yang ditandatangani pekan ini, yang menetapkan penghentian pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon. AS dan Iran sama-sama menunjukkan frustrasi terhadap Israel.
Kekhawatiran intelijen AS menyatakan bahwa Netanyahu kemungkinan akan terus melancarkan serangan terhadap Hizbullah di Lebanon, membahayakan kesepakatan perdamaian yang rapuh. Perdana Menteri Israel juga menghadapi pemilu krusial pada Oktober dan kemungkinan membutuhkan dukungan sayap kanan untuk tetap berkuasa.
Negosiasi Final AS-Iran Tertunda
Perundingan final antara AS dan Iran di Swiss, yang seharusnya dimulai pada Jumat (19/6/2026), ditunda. Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan bergabung dalam negosiasi teknis di Swiss. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi akan memimpin delegasi Iran.
Pakistan menyatakan perundingan tingkat teknis dijadwalkan pada Minggu (21/6). Namun, penutupan Selat Hormuz menambah ketegangan baru di tengah proses diplomasi yang rapuh. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


