Keluhan Soal Rasa Makanan Langsung Direspons, Jemaah Haji Beri Apresiasi
Layanan konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah berjalan lancar berkat respons cepat petugas terhadap kritik, saran, dan kebutuhan jemaah.
MADINAH – Kunci sukses kelancaran distribusi katering bagi jemaah haji Indonesia di Sektor 5 Madinah hingga fase kepulangan ternyata terletak pada komunikasi dua arah yang berjalan baik. Jajaran petugas konsumsi secara aktif menampung segala bentuk kritik maupun saran dari jemaah haju Indonesia demi menjaga kualitas dan cita rasa hidangan selama mereka berada di Kota Nabi.
Petugas Konsumsi Sektor 5 Madinah, Windarti, mengungkapkan bahwa setiap masukan jemaah haji Indonesia yang diterima mengenai kesesuaian rasa makanan selalu dijadikan bahan evaluasi utama yang langsung dikoordinasikan dengan pihak katering.
"Misalnya apakah kurang asin atau bahkan keasinan, atau mungkin kemanisan, begitu kami tampung aspirasi tersebut lalu kami sampaikan biasanya langsung ke dapur atau ke daker," ujar Windarti kepada Media Center Haji di Madinah dikutip pada Minggu (21/6/2026).
Langkah respons cepat ini terbukti efektif. Windarti menjelaskan bahwa perbaikan menu bisa langsung dirasakan oleh jemaah pada jadwal pembagian makan di hari berikutnya karena pihak dapur penyedia langsung melakukan penyesuaian bumbu masakan.
"Dan keesokan harinya insya Allah rasa itu sudah terkoreksi, artinya sudah ada perbaikan rasa," katanya.
Secara umum, Windarti bersyukur karena sebagian besar jemaah haji memberikan testimoni positif terhadap menu makanan yang disajikan selama fase Madinah ini. Cita rasa nusantara yang dihadirkan dinilai sukses mengobati rasa rindu jemaah pada masakan rumah.
"Alhamdulillah jamaah menyampaikan sendiri bahwa rasa makanan di Madinah ini bagus ya, enak begitu," tuturnya ramah.
Selain bersiaga di titik distribusi utama di hotel, tim konsumsi Sektor 5 juga menerapkan sistem jemput bola dengan mengantarkan langsung boks makanan ke kamar-kamar jemaah yang mengalami keterbatasan fisik atau sakit. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan hak konsumsinya secara merata tanpa terkecuali.
Di sisi lain, Windarti juga melayangkan pujian atas sikap kooperatif dan budaya antre yang ditunjukkan oleh jemaah Indonesia. Meskipun antrean kadang memanjang saat jam makan tiba, proses pembagian katering tetap berlangsung kondusif.
"Alhamdulillah, jemaah itu tertib ketika kami meminta jemaah untuk sabar mengantri begitu," sebut Windarti.
Mengingat operasional haji gelombang kedua di Madinah yang akan segera berakhir, Windarti mengingatkan jemaah yang masih menetap untuk tidak sungkan melapor jika menemukan kendala atau keterlambatan terkait pembagian makanan. Pihaknya berkomitmen untuk terus membuka ruang evaluasi hingga jemaah terakhir terbang kembali ke Tanah Air.
"Bila ada rasa yang tidak sesuai, kami mohon masukannya. Jadi kita komunikasi saja kalau soal konsumsi begitu," tandas Windarti. (*/MCH)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


