Jemaah Kooperatif, Layanan Lansia dan Disabilitas di Madinah Berjalan Optimal
Petugas Landis Sektor 5 Madinah menyebut kepatuhan dan kerja sama jemaah menjadi kunci kelancaran pelayanan bagi lansia dan penyandang disabilitas.
MADINAH – Apresiasi yang tinggi diberikan oleh Tim Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 5 Madinah kepada para jemaah haji Indonesia. Jemaah dinilai sangat kooperatif dan suportif selama mengikuti seluruh rangkaian ibadah serta aktivitas keagamaan di Kota Nabi.
Petugas Landis Sektor 5 Madinah, Fahmi Anwar, mengungkapkan bahwa jalinan komunikasi yang intensif dan terbuka antara petugas dan jemaah menjadi kunci utama di balik suksesnya pelayanan bagi kelompok lansia serta penyandang disabilitas. Hubungan emosional yang erat ini juga memudahkan petugas dalam memonitor perkembangan kesehatan jemaah dari dekat secara berkala.
Fahmi menerangkan, ruang lingkup tugas tim Landis mencakup mempermudah proses kedatangan jemaah hingga mengatur pergerakan atau mobilitas harian mereka selama di Arab Saudi.
“Ketika kedatangan dan pendorongan kita sebagai yang memfasilitasi para jemaah haji untuk ke bis atau ke hotel. Jadi kita disediakan kursi roda,” ujar Fahmi saat memberikan keterangan di Madinah, Sabtu (20/6/2026).
Tidak berhenti di situ, tim Landis Sektor 5 juga secara rutin menggelar kunjungan (*visitasi*) harian ke kamar-kamar hotel tempat jemaah lansia dan disabilitas menginap. Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan hak-hak pelayanan jemaah terpenuhi dengan baik sekaligus memberikan penanganan cepat berkolaborasi dengan tim medis jika ditemukan jemaah yang drop.
“Kita jadi memvisit para jemaah haji menanyakan kabarnya, bagaimana kondisinya dan jika ada sesuatu yang sekiranya perlu dilaporkan maka akan kita laporkan ke bagian kesehatan,” kata Fahmi menjelaskan prosedur penanganan di lapangan.
Sebagai garda depan yang paling sering berinteraksi langsung dengan jemaah risiko tinggi, petugas Landis tidak bosan-bosan menyelipkan edukasi kesehatan. Salah satu imbauan yang paling sering ditekankan adalah agar jemaah dapat mengukur kemampuan fisik pribadi dan tidak memaksakan diri beribadah di luar pemondokan jika kondisi tubuh sedang kurang fit.
Sejauh ini, Fahmi mengaku sangat bersyukur karena jemaah haji Indonesia memiliki tingkat kepatuhan yang luar biasa terhadap saran-saran yang disampaikan oleh petugas.
“Alhamdulillah selama ini para jemaah haji kooperatif semua. Jika kita setiap visitasi kita himbau untuk para jemaah untuk tidak terlalu memaksakan ke masjid dan sebagainya, untuk menjaga kesehatan mereka,” ungkapnya.
Berkat kedewasaan sikap yang ditunjukkan oleh para jemaah, operasional pelayanan di wilayah Sektor 5 Madinah dapat berjalan kondusif, aman, dan zero accident.
“Alhamdulillah mereka sangat kooperatif ketika kita beri arahan seperti itu. Alhamdulillah di Sektor 5 ini tidak ada sesuatu yang membahayakan dan alhamdulillah lancar semua,” tutur Fahmi dengan rasa syukur.
Menutup perbincangan, Fahmi melayangkan ucapan terima kasih yang mendalam atas kerja sama yang kompak antara jemaah, ketua kloter, dan petugas sepanjang musim haji tahun ini. Ia mendoakan agar seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur serta membawa kepribadian yang luhur saat kembali pulang ke Indonesia.
“Kami ucapkan juga terima kasih banyak, jazakumullahu khairan pada seluruh jemaah haji yang sudah kooperatif dan kami doakan agar ibadah mereka di sini mabrur dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi ketika kembali di Indonesia,” pungkas Fahmi. (*/MCH)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


