Trump Perintahkan Investigasi Perusahaan Minyak karena Harga Bensin Masih Tinggi
Presiden AS Donald Trump memerintahkan penyelidikan terhadap perusahaan minyak karena harga bensin dinilai belum turun secepat harga minyak dunia.
JAKARTA – Penurunan harga minyak dunia belum sepenuhnya dirasakan konsumen di Amerika Serikat. Kondisi tersebut mendorong Presiden Donald Trump mengambil langkah tegas dengan memerintahkan Departemen Kehakiman (DoJ) menyelidiki perusahaan-perusahaan minyak yang dinilai belum menurunkan harga bensin secara proporsional.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Rabu (24/6/2026), Trump menilai masyarakat Amerika masih harus membayar harga bahan bakar yang lebih tinggi meski biaya minyak mentah yang dibeli perusahaan energi telah mengalami penurunan tajam.
"Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga di pompa bensin sebanding dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka bayar. Harga-harga itu turun sangat cepat. Dengan kata lain, konsumen sedang diperas," tulis Trump.
Presiden AS itu mengatakan telah menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk segera memulai penyelidikan.
"Harga bensin seharusnya turun jauh lebih cepat daripada yang saya lihat saat ini," tambahnya.
Harga Bensin Mulai Turun
Sehari sebelumnya, Trump menyampaikan bahwa harga rata-rata bensin secara nasional telah turun sekitar 0,60 dolar AS per galon dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.
Bahkan, pekan lalu harga rata-rata bensin di Amerika Serikat turun hingga di bawah 4 dolar AS per galon untuk pertama kalinya sejak Maret.
Meski demikian, Trump menilai penurunan tersebut masih belum mencerminkan anjloknya harga minyak mentah di pasar global.
Dampak Meredanya Konflik AS-Iran
Turunnya harga energi dalam beberapa hari terakhir tidak terlepas dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Iran sebelumnya mengumumkan nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang sempat meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak dunia.
Kesepakatan tersebut juga membuka jalan bagi normalisasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak global.
Meredanya risiko gangguan pasokan membuat harga minyak dunia mengalami koreksi, yang pada akhirnya memicu penurunan harga bahan bakar di Amerika Serikat.
Tekanan bagi Raksasa Energi
Langkah Trump meminta Departemen Kehakiman melakukan investigasi menunjukkan meningkatnya tekanan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan minyak besar.
Pemerintah ingin memastikan manfaat penurunan harga minyak dunia dapat segera dirasakan masyarakat, terutama melalui harga bensin yang lebih murah.
Isu harga energi sendiri menjadi salah satu perhatian utama publik Amerika Serikat karena berpengaruh langsung terhadap inflasi dan biaya hidup masyarakat.
Dengan penyelidikan tersebut, pemerintahan Trump mengirimkan sinyal bahwa pelaku industri energi tidak boleh menahan penurunan harga ketika biaya bahan baku mereka telah turun secara signifikan.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


