Advertisement
Peristiwa Internasional

Gempa Kembar M7,2 dan M7,5 Guncang Venezuela, Bandara Ditutup dan Sekolah Diliburkan

Gempa berkekuatan M7,2 dan M7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu malam. Sejumlah bangunan runtuh di Caracas, bandara ditutup, sekolah diliburkan, dan operasi penyelamatan terus berlangsung.

TIMES Indonesia,
Gempa Kembar M7,2 dan M7,5 Guncang Venezuela, Bandara Ditutup dan Sekolah Diliburkan
Tim SAR melakukan proses penyelamatan di sebuah gedung yang ambruk di Caracas menyusul gempa kembar yang melanda Venezuela pada Kamis (25/6/2026) pagi, (foto: AFP)
A-AA+

JAKARTA Venezuela dilanda dua gempa bumi kuat secara beruntun pada Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat atau Kamis (25/6/2026) pagi. Guncangan berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu menyebabkan bangunan runtuh di ibu kota Caracas, memaksa ribuan warga mengungsi ke jalanan, serta membuat pemerintah menutup bandara utama dan meliburkan kegiatan belajar.

Penjabat Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, dalam konferensi pers menyatakan bahwa Bandara Internasional Maiquetía untuk sementara ditutup menyusul dampak gempa yang merusak sejumlah wilayah. Pemerintah juga membatalkan kegiatan sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan dan potensi bahaya lainnya.

Advertisement

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa pertama berkekuatan M7,2 terjadi di lepas pantai Karibia Venezuela, sekitar 168 kilometer di barat Caracas, dengan kedalaman 22 kilometer. Hanya berselang satu menit, gempa kedua yang lebih kuat berkekuatan M7,5 mengguncang wilayah yang sama pada kedalaman sekitar 10 kilometer.

Kedua gempa tersebut menjadi salah satu yang terkuat yang pernah melanda Venezuela dalam lebih dari satu abad terakhir. Getarannya bahkan dirasakan hingga wilayah Amazon di Brasil yang berjarak sekitar 1.700 kilometer dari pusat gempa.

Di Caracas, warga berhamburan keluar dari gedung dan rumah saat guncangan semakin kuat. Sejumlah bangunan dilaporkan roboh, sementara dinding beberapa gedung ambruk hingga memperlihatkan bagian dalam ruangan dari jalan. Kepulan debu terlihat membumbung di beberapa kawasan padat aktivitas di ibu kota.

"Itu dimulai dengan guncangan kecil lalu semakin kuat. Pada akhirnya kami semua harus keluar rumah dan berkumpul di luar," ujar warga Caracas, Hector Ricci.

Kondisi semakin sulit karena beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan telepon seluler. Banyak keluarga kesulitan menghubungi kerabat mereka, termasuk jutaan warga Venezuela yang kini tinggal di luar negeri akibat krisis berkepanjangan yang melanda negara tersebut.

Advertisement

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengatakan dampak gempa dirasakan di sejumlah negara bagian. Kawasan Altamira di Caracas menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan serius dengan laporan bangunan dan rumah runtuh.

"Kami memahami kepanikan masyarakat, tetapi seluruh tim darurat bekerja sesuai protokol untuk mengaktifkan bantuan dan operasi penyelamatan bagi mereka yang paling membutuhkan," kata Cabello melalui siaran televisi pemerintah.

Ia juga mengimbau warga tetap berada di area terbuka karena gempa susulan masih berpotensi terjadi dan dapat memperparah kerusakan pada bangunan yang sudah terdampak.

Tim penyelamat hingga kini terus melakukan pencarian korban di sejumlah bangunan yang runtuh. Pemerintah belum merilis data resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun korban luka, sementara operasi evakuasi dan penilaian kerusakan masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Wahyu Nurdiyanto
PenulisWahyu NurdiyantoWartawan Sertifikasi Madya, lulusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016 sebagai editor.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia