Advertisement
Peristiwa Internasional

AS Desak Meta Serahkan Model AI untuk Uji Keamanan Nasional

Pemerintah Amerika Serikat mendesak Meta menyerahkan model AI untuk diuji keamanan. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan regulasi AI nasional.

TIMES Indonesia,
AS Desak Meta Serahkan Model AI untuk Uji Keamanan Nasional
Logo Meta
A-AA+

JAKARTA Persaingan pengembangan kecerdasan artifisial (AI) kini tidak hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga menyangkut keamanan nasional. Pemerintah Amerika Serikat semakin memperketat pengawasan terhadap model-model AI canggih yang dikembangkan perusahaan teknologi besar, termasuk Meta.

Meta menjadi sorotan karena hingga kini tercatat sebagai satu-satunya perusahaan teknologi raksasa yang belum secara sukarela menyerahkan model AI miliknya untuk menjalani evaluasi pemerintah.

Advertisement

Melalui proses peninjauan tersebut, pemerintah AS ingin mengukur kemampuan model AI sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi risiko dan kerentanan yang mungkin muncul sebelum teknologi tersebut digunakan secara luas oleh masyarakat.

Meta Tertinggal dari OpenAI dan Google

Sejumlah perusahaan AI terkemuka sebelumnya telah bekerja sama dengan pemerintah dalam proses evaluasi teknologi.

OpenAI dan Anthropic diketahui telah menyerahkan model-model AI yang belum dirilis untuk menjalani pengujian keamanan.

Sementara itu, Google, xAI, dan Microsoft juga telah memberikan akses terhadap model AI terbaru mereka kepada Center for AI Standards and Innovation, lembaga yang bertugas mengevaluasi standar keamanan teknologi AI di Amerika Serikat.

Lembaga tersebut saat ini berada di bawah koordinasi Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick.

Advertisement

Meta Sebut Masih Bahas Mekanisme Kerja Sama

Menanggapi dorongan dari pemerintah, Meta menyatakan mendukung upaya memperkuat kepemimpinan Amerika Serikat dalam pengembangan AI yang aman dan bertanggung jawab.

Juru Bicara Meta, Francis Brennan, mengatakan perusahaan saat ini masih membahas detail kerja sama dengan pemerintah.

"Kami memiliki tujuan yang sama dengan pemerintahan Trump untuk memajukan kepemimpinan Amerika Serikat dalam pengembangan AI terdepan yang kuat dan aman. Saat ini kami masih membahas detail kerja samanya dan berharap dapat segera menandatangani kesepakatan tersebut," ujarnya.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Meta kemungkinan akan mengikuti langkah perusahaan AI lainnya dalam waktu dekat.

Muse Spark Jadi Sorotan

Desakan pemerintah muncul tidak lama setelah Meta meluncurkan model AI terbarunya, Muse Spark, pada April 2026.

Model ini hadir dengan dua mode operasi, yakni Instant dan Thinking.

Mode Thinking dirancang untuk memungkinkan sistem melakukan proses penalaran yang lebih mendalam sebelum memberikan respons kepada pengguna, sebuah kemampuan yang semakin menjadi perhatian regulator karena berkaitan dengan tingkat otonomi sistem AI.

Trump Perkuat Regulasi AI

Langkah pemerintah AS terhadap Meta merupakan bagian dari kebijakan yang lebih luas dalam mengatur perkembangan teknologi AI.

Pada 2 Juni lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan pemerintah federal menyusun kerangka evaluasi terhadap teknologi AI sebelum dirilis ke publik.

Melalui kebijakan tersebut, regulator diberi waktu hingga akhir Juli untuk menyelesaikan mekanisme peninjauan.

Dalam aturan yang sedang disusun, model AI dapat dievaluasi hingga 30 hari sebelum memperoleh izin peluncuran kepada publik.

Keamanan Nasional Jadi Prioritas

Meningkatnya pengawasan pemerintah menunjukkan bahwa AI kini dipandang sebagai teknologi strategis yang memiliki implikasi besar terhadap keamanan nasional.

Sinyal tersebut terlihat dari keputusan pemerintah AS pada pertengahan Juni yang memerintahkan Anthropic membatasi akses model AI canggih Mythos 5 dan Fable 5 bagi seluruh warga negara asing.

Kebijakan itu diambil dengan alasan keamanan nasional dan menunjukkan semakin ketatnya kontrol pemerintah terhadap teknologi AI berkemampuan tinggi.

Di tengah perlombaan global mengembangkan kecerdasan artifisial, Amerika Serikat tampaknya ingin memastikan bahwa inovasi tetap berjalan seiring dengan mitigasi risiko, terutama terkait keamanan siber, penyalahgunaan teknologi, dan kepentingan strategis negara.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia