Advertisement
Peristiwa Internasional

Tinggalkan Madinah, Rasmi Rais Jemaah Haji Asal Palu Berharap Bisa Kembali Lagi Bersama Anak Cucu

Rasmi Rais (47), jemaah haji asal Sulawesi Tengah, berbagi suka duka saat harus meninggalkan Madinah. Ia mengumpulkan biaya haji dari usaha Coto dan berharap bisa kembali dengan anak cucu. Apresiasi pelayanan petugas, terutama untuk lansia.

TIMES Indonesia,
Tinggalkan Madinah, Rasmi Rais Jemaah Haji Asal Palu Berharap Bisa Kembali Lagi Bersama Anak Cucu
Rasmi Rais Jemaah Haji Indonesia asal Palu yang berharap bisa kembali ke Tanah Suci bersama anak cucunya. (FOTO: Fahmi/MCH 2026)
A-AA+

JAKARTA MADINAH - Rasmi Rais jemaah haji Indonesia asal embarkasi dan kelompok terbang (kloter) BPN 9 merasakan suka dan dukanya selama menjadi jemaah haji.

Bagi Rasmi Rais sebagai jemaah haji Indonesia gelombang kedua, meninggalkan Kota Makkah dan selanjutnya Kota Madinah membuat dirinya merasa sedih.

Advertisement

“Alhamdulillah ada rasa suka-dukanya. Sukanya ingin tinggal lagi, dukanya ya sedih sih karena mau meninggalkan Madinah,” ucap Rasmi Rais kepada Media Center Haji di Madinah dikutip pada Sabtu (27/6/2026).

Rasmi Rais mengatakan, sebelum meninggalkan kota Madinah, ia bermunajat agar dirinya bersama keluarga bisa kembali lagi ke Tanah Suci Makkah dan Madinah.

“Insya Allah, saya ingin kembali ke sini dengan anak, cucu saya dan keturunan saya. Ya, kalau mau boleh haji lagi tapi kalau tidak ya umroh lah,”  kata Rasmi Rais wanita berusia 47 tahun.

Wanita yang kesehariannya berjualan Coto di Sulawesi Tengah ini mengaku mengumpulkan biaya untuk berangkat haji dari hasil usahanya yang ia sisihkan setiap harinya.

“Ya dikumpulin sedikit-sedikit dari awal setoran hingga proses keberangkatan,” ungkap Rasmi Rais yang banyak membelikan oleh-oleh boneka unta untuk cucu-cucunya.

Advertisement

Meskipun tidak memiliki perbandingan ditahun sebelumnya tapi bagi Rasmi Rais, pelayanan petugas haji yang ia rasakan sangat baik terutama pelayanan terhadap lansia.

“Alhamdulillah, syukur alhamdulillah sangat baik mulai dari datang sampai pulang. Makanannya enak-enak. Pelayanannya terutama masalah lansia karena diperhatikan sekali dan diutamakan dengan lansia dan perempuan,” tandasnya seraya mendoakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memberikan pelayanan terbaiknya bagi jemaah haji Indonesia. (*/MCH)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia