Advertisement
Peristiwa Internasional

Ziarah ke Makam Baqi, Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib dan Khusyuk

PPIH Arab Saudi mengimbau jemaah haji Indonesia menjaga adab saat berziarah ke Jannatul Baqi di Madinah serta mematuhi aturan setempat demi menjaga kekhusyukan dan ketertiban.

TIMES Indonesia,
Ziarah ke Makam Baqi, Jemaah Haji Indonesia Diminta Tertib dan Khusyuk
Komplek makam Baqi yang dapat dikunjungi jemaah haji Indonesia. (FOTO: dok. MCH 2026)
A-AA+

MADINAH MADINAH –  Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengingatkan jemaah haji Indonesia agar menjaga adab saat berziarah ke Makam Jannatul Baqi di Madinah. Selain menjadi salah satu pemakaman tertua di Kota Nabi, Baqi merupakan tempat dimakamkannya banyak sahabat Rasulullah SAW dan anggota keluarga beliau.

Pembimbing Ibadah PPIH Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Madinah, Agus Susanto, mengatakan Jannatul Baqi memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi umat Islam. Di tempat tersebut dimakamkan sejumlah sahabat utama Rasulullah SAW, termasuk Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Sayyidah Hafshah, hingga cucu Rasulullah SAW.

Advertisement

"Begitu juga Sayyidina Hasan bin Ali dan Husein bin Ali berada di sini bersama Ibunda Fatimah Az-Zahra," ujar Agus.

Menurut Agus, ada empat adab utama yang harus diperhatikan jemaah saat berziarah agar tetap sesuai syariat dan tidak melanggar aturan yang berlaku di Arab Saudi.

Adab pertama adalah meluruskan niat. Ziarah dilakukan untuk mengingat kematian dan mengambil pelajaran, bukan untuk tujuan yang mengarah kepada kesyirikan.

"Luruskan niat berziarah semata-mata untuk mengingat kematian dan mengambil ibrah. Mengingat kematian merupakan amalan yang disunnahkan atau dianjurkan oleh Rasulullah SAW," ucapnya di Madinah, dikutip Sabtu (27/6/2026).

Adab kedua adalah menjaga sikap selama berada di area pemakaman. Jemaah diminta tidak berbicara keras, tidak berdesakan, serta tidak mengambil foto maupun video karena hal tersebut dilarang oleh petugas keamanan setempat.

Advertisement

"Jangan sampai kita sibuk mengambil foto ataupun merekam video karena hal itu dilarang di Baqi," jelasnya.

Agus juga mengingatkan agar jemaah tidak berfoto bersama di dalam area makam karena dapat mengganggu ketertiban dan menjadi perhatian petugas keamanan.

Adab ketiga, jemaah tidak dianjurkan berhenti terlalu lama atau membentangkan tulisan saat berdoa di area makam. Doa dilakukan sambil berjalan mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

"Hal itu tidak diperbolehkan oleh petugas keamanan di Kota Suci Madinah Al-Munawwarah," ungkapnya.

Adab keempat adalah masuk dan keluar area makam dengan tertib serta tetap menjaga kekhusyukan selama berziarah.

"Saat memasuki area makam, utamakan bersikap khusyuk. Berjalanlah perlahan sambil membaca selawat kepada Rasulullah SAW, kemudian membaca doa Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu. Tetaplah berjalan mengelilingi pemakaman Baqi, lalu keluar dengan tertib," tuturnya.

Selain menjelaskan adab berziarah, Agus juga menerangkan sistem pemakaman di Arab Saudi yang berbeda dengan di Indonesia. Menurutnya, makam di Madinah maupun Makkah tidak menggunakan liang lahat seperti yang umum ditemukan di Indonesia.

"Sistem pemakaman di Madinah maupun Makkah berbeda dengan di Indonesia. Di sini tidak menggunakan liang lahat, melainkan hanya lubang makam. Dalam satu lubang makam umum dapat dimakamkan 10 hingga 15 jenazah," katanya.

Ia menjelaskan setiap jenazah dipisahkan menggunakan jerami sebelum jenazah berikutnya dimakamkan di atasnya. Proses tersebut dilakukan hingga lubang makam penuh, kemudian ditutup secara permanen dan hanya diberi penanda berupa batu tanpa nisan maupun tulisan.

"Setelah lubang makam penuh, barulah ditutup secara permanen dan hanya diberi batu sebagai penanda. Tidak ada nisan ataupun tulisan," paparnya.

Bagi keluarga jemaah yang dimakamkan di Jannatul Baqi, petugas akan memberikan secarik kertas berisi lokasi makam. Agus mengimbau agar dokumen tersebut disimpan dengan baik karena menjadi petunjuk saat ingin kembali berziarah.

"Itulah yang menjadi penanda ketika nanti berziarah kembali agar keluarga tidak kehilangan jejak lokasi makam orang yang dicintai," jelasnya.

Agus menambahkan, salah satu keistimewaan Jannatul Baqi adalah lokasinya yang berada sangat dekat dengan Masjid Nabawi. Semasa hidup, Rasulullah SAW juga kerap berziarah ke Baqi.

"Rasulullah SAW semasa hidup sering mengunjungi atau berziarah ke Baqi. Saat itu, para sahabat telah memiliki keimanan yang kuat dan jauh dari kesyirikan," terangnya.

Ia berharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, serta ikut menjaga nama baik bangsa selama beribadah di Tanah Suci.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia