Advertisement
Peristiwa Internasional

Sebut Keamanan Regional Terancam, Iran Peringatkan AS di Selat Hormuz

Militer Iran memperingatkan AS bahwa kehadiran jet tempur dan drone di Selat Hormuz mengancam keamanan regional dan siap merespons secara tegas.

TIMES Indonesia,
Sebut Keamanan Regional Terancam, Iran Peringatkan AS di Selat Hormuz
Ilustrasi - Selat Hormuz. /ANTARA/Anadolu/py. (Foto: Anadolu)
A-AA+

JAKARTA Militer Iran melayangkan peringatan keras terkait keberadaan pesawat militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz. Kehadiran armada udara tersebut dinilai mengancam keamanan regional. Iran menegaskan bakal merespons dengan "cepat dan tegas" terhadap setiap bentuk campur tangan Washington di jalur pelayaran strategis tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor berita semi-resmi Fars, Kamis (2/7/2026), Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa aktivitas jet tempur dan pesawat tanpa awak (drone) milik AS di atas Selat Hormuz “telah menyebabkan ketidakamanan di jalur air ini dan akan mengancam keamanan regional.”

Advertisement

Teheran menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan apa pun demi membela kedaulatannya di Selat Hormuz. Pihak militer memperingatkan bahwa setiap bentuk intervensi atau agresi dari militer AS beserta sekutunya akan langsung memicu respons kilat dan tegas dari angkatan bersenjata Iran.

Lebih lanjut, Markas Besar Khatam al-Anbiya menggarisbawahi bahwa Selat Hormuz merupakan “wilayah kedaulatan Republik Islam Iran.” Oleh karena itu, keamanan dan stabilitas di jalur air vital tersebut menjadi garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh pihak asing.

Melalui pernyataan yang sama, Iran kembali menegaskan bahwa seluruh kapal tanker minyak maupun kapal komersial wajib mematuhi jalur navigasi yang telah ditetapkan oleh otoritas Teheran saat melintasi selat tersebut. Setiap kapal yang kedapatan melanggar rute atau protokol navigasi akan menghadapi “tanggapan langsung dan tegas” dari angkatan bersenjata, serta berisiko membahayakan keselamatan pelayaran mereka sendiri.

Ketegangan terbaru ini muncul setelah Iran dan AS sebenarnya sempat mencapai nota kesepahaman pada 18 Juni lalu. Kesepakatan tersebut menyepakati perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, serta pembukaan kembali akses penuh Selat Hormuz.

Hingga saat ini, proses negosiasi teknis untuk mengimplementasikan nota kesepahaman tersebut masih berjalan. Di bawah mediasi bersama Qatar dan Pakistan, kedua belah pihak tengah berupaya merumuskan kesepakatan akhir yang nantinya juga mencakup konsensus terkait status program nuklir Iran. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia