Advertisement
Peristiwa Internasional

WMO Peringatkan El Nino Menguat pada 2026, Risiko Cuaca Ekstrem Meningkat

WMO memperingatkan fenomena El Nino akan menguat pada Juli–September 2026 dan meningkatkan risiko gelombang panas, kekeringan, hujan lebat, serta cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.

TIMES Indonesia,
WMO Peringatkan El Nino Menguat pada 2026, Risiko Cuaca Ekstrem Meningkat
Seorang wanita berlindung di bawah payung di halaman rumput di Warsawa, Polandia, 27 Juni 2026. ANTARA/XInhua
A-AA+

JAKARTA Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) memperingatkan bahwa fenomena El Nino telah berkembang di kawasan Pasifik tropis dan diperkirakan akan menguat dengan cepat dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gelombang panas, kekeringan, hujan lebat, hingga berbagai cuaca ekstrem di banyak wilayah dunia.

Peringatan tersebut disampaikan WMO melalui pembaruan Global Seasonal Climate Update yang dirilis pada Jumat (3/7/2026).

Advertisement

Dalam laporan tersebut, WMO memproyeksikan El Nino akan berkembang menjadi fenomena yang kuat selama periode Juli–September 2026.

Prakiraan ensambel multimodel dari berbagai pusat prediksi iklim global menunjukkan pemanasan suhu permukaan laut yang konsisten dan signifikan di kawasan Pasifik ekuatorial bagian tengah dan timur. Suhu permukaan laut rata-rata musiman diperkirakan melampaui 2 derajat Celsius di atas rata-rata jangka panjang pada sejumlah wilayah pemantauan utama.

Menurut WMO, berbagai model prakiraan menunjukkan tingkat kesesuaian yang sangat tinggi sehingga meningkatkan keyakinan terhadap proyeksi tersebut.

Fenomena El Nino diperkirakan terus menguat hingga musim gugur di Belahan Bumi Utara dengan dampak yang meluas ke berbagai kawasan dunia. Sementara itu, suhu di wilayah cekungan Atlantik ekuatorial juga diprediksi tetap berada di atas rata-rata.

Curah Hujan dan Suhu Diperkirakan Berubah

Untuk periode Juli hingga September 2026, WMO memprediksi pola curah hujan yang konsisten dengan karakteristik El Nino.

Advertisement

Curah hujan di atas normal diperkirakan terjadi di wilayah tengah dan timur Pasifik ekuatorial. Sebaliknya, curah hujan di bawah normal berpeluang terjadi di sejumlah kawasan Samudra Hindia tropis, anak benua India, serta sebagian besar Australia.

Dari sisi suhu udara, WMO memperkirakan sebagian besar wilayah daratan yang berada di antara 60 derajat Lintang Selatan hingga 60 derajat Lintang Utara akan mengalami suhu di atas rata-rata. Wilayah tersebut mencakup hampir seluruh kawasan berpenduduk di dunia, kecuali daerah kutub.

Menurut WMO, El Nino merupakan fenomena iklim yang umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan.

Fenomena tersebut biasanya mulai berkembang antara Maret hingga Juni, mencapai puncak intensitas pada November hingga Februari, dan memberikan dampak paling besar terhadap suhu rata-rata global pada tahun setelah kemunculannya.

WMO menyatakan terus meningkatkan penyediaan informasi iklim dan layanan pendukung guna membantu berbagai negara mengantisipasi serta mengurangi dampak El Nino terhadap masyarakat dan lingkungan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia