Advertisement
Peristiwa Internasional

Trump Bantah Intervensi FIFA, Klaim Hanya Minta Peninjauan Insiden Balogun

Presiden AS Donald Trump mengaku meminta FIFA meninjau kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026. Ia menilai insiden itu bukan pelanggaran dan mengkritik wasit.

TIMES Indonesia,
Trump Bantah Intervensi FIFA, Klaim Hanya Minta Peninjauan Insiden Balogun
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (Foto: ANTARA)
A-AA+

JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah mengakui telah meminta Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meninjau keputusan kartu merah yang diterima penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada ajang Piala Dunia 2026.

Trump menegaskan bahwa permintaannya hanya sebatas meminta peninjauan ulang terhadap keputusan wasit, bukan mendesak FIFA membatalkan hukuman yang dijatuhkan kepada Balogun.

Advertisement

Trump Nilai Kartu Merah Tidak Tepat

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menyatakan dirinya tidak melihat insiden yang melibatkan Balogun sebagai sebuah pelanggaran.

Menurutnya, benturan yang terjadi merupakan konsekuensi dari duel dengan kecepatan tinggi di lapangan.

"Saya meminta peninjauan karena saya tidak berpikir itu pelanggaran. Saya tidak pernah mengatakan keputusan itu harus dibatalkan," ujar Trump, seperti dikutip AFP.

Trump bahkan menyebut insiden tersebut sebagai kecelakaan dalam permainan.

"Itu bahkan bukan pelanggaran. Dua pemain berlari dengan kecepatan penuh lalu bertabrakan."

Advertisement

Soroti Rekam Jejak Wasit

Selain mempersoalkan keputusan di lapangan, Trump juga melontarkan kritik kepada wasit asal Brasil, Raphael Claus, yang memimpin pertandingan.

Ia mengklaim wasit tersebut memiliki rekam jejak yang patut dipertanyakan, meski tidak memberikan bukti atau penjelasan lebih lanjut atas tudingannya.

"Saya tidak ingin memicu kontroversi, tetapi jika melihat masa lalunya, dia sangat mencurigakan," kata Trump.

Raphael Claus sebelumnya memberikan kartu merah kepada Balogun setelah menilai penyerang Amerika Serikat itu melakukan tekel yang menginjak pergelangan kaki pemain Bosnia.

FIFA Tangguhkan Sanksi Balogun

Sesuai regulasi, kartu merah tersebut semestinya membuat Balogun absen pada laga babak 16 besar menghadapi Belgia.

Namun, FIFA kemudian mengumumkan bahwa sanksi larangan bermain ditangguhkan selama satu tahun. Keputusan tersebut muncul setelah adanya komunikasi yang melibatkan Trump dengan Presiden FIFA, sehingga memicu perdebatan mengenai independensi proses disiplin dalam sepak bola internasional.

Trump menyambut keputusan itu dengan menyatakan bahwa kedua tim kini dapat bertanding dengan kekuatan penuh.

"Kita akan memiliki tim lengkap, Belgia juga akan memiliki tim lengkap. Jika mereka mengalahkan kami, maka mereka benar-benar pantas bangga," ujarnya.

Polemik Intervensi dalam Sepak Bola

Kasus Balogun memunculkan diskusi mengenai batas antara kepentingan politik dan independensi organisasi sepak bola dunia.

Selama ini, FIFA menegaskan bahwa keputusan pertandingan dan proses disiplin harus berjalan secara independen sesuai regulasi yang berlaku. Karena itu, keterlibatan kepala negara dalam proses peninjauan keputusan wasit menjadi perhatian publik dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai tata kelola kompetisi.

Di sisi lain, Trump tetap bersikukuh bahwa langkah yang diambilnya semata-mata bertujuan memastikan proses peninjauan berjalan secara adil, bukan untuk memengaruhi hasil pertandingan maupun keputusan akhir FIFA.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imadudin Muhammad
PenulisImadudin MuhammadBergabung di TIMES Indonesia sejak 2015, menulis soal Olahraga, Pariwisata, Tekno, hingga Event Internasional. Bagian tim Pemeriksa Fakta, memastikan berita tetap berita akurat, relevan, dan terpercaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia