PBB Peringatkan Konflik AS-Iran Ancam Stabilitas Global dan Jalur Energi Dunia
PBB mendesak AS dan Iran menahan diri setelah bentrokan terbaru mengancam stabilitas kawasan Teluk, perdagangan energi global, dan proses diplomasi.
JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi memicu krisis keamanan yang lebih luas, sekaligus mengganggu stabilitas ekonomi global melalui ancaman terhadap jalur perdagangan energi internasional.
Peringatan tersebut disampaikan setelah kedua negara kembali terlibat aksi militer, yang kemudian mendorong Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Teheran telah berakhir.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk. Menurutnya, eskalasi dalam 24 jam terakhir berisiko menghapus kemajuan diplomatik yang selama ini telah dibangun antara Washington dan Teheran.
"Sekretaris Jenderal khawatir dengan kembalinya konfrontasi militer di kawasan Teluk. Insiden yang terjadi berpotensi menggagalkan proses diplomasi yang telah dicapai kedua negara," ujar Dujarric dalam konferensi pers, Rabu (8/7/2026).
Eskalasi Berisiko Ganggu Ekonomi Dunia
PBB menilai konflik bersenjata di kawasan Teluk tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga membawa konsekuensi terhadap perekonomian global. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat distribusi energi dunia yang memasok sebagian besar kebutuhan minyak dan gas alam cair internasional.
Karena itu, Guterres menyerukan seluruh pihak agar menahan diri dan menghindari setiap langkah yang dapat memperbesar konflik.
"Semua pihak harus menghindari tindakan yang dapat memperparah situasi dan segera mengambil langkah deeskalasi," kata Dujarric.
PBB juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional, termasuk perlindungan warga sipil, infrastruktur sipil, serta penghormatan terhadap kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional.
Diplomasi Dinilai Menjadi Satu-satunya Jalan
Selain menyerukan deeskalasi, PBB mendesak Amerika Serikat dan Iran kembali ke meja perundingan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menjadi sumber ketegangan.
Menurut Guterres, penyelesaian melalui diplomasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah konflik berkepanjangan sekaligus menjaga stabilitas kawasan.
"Kami tetap berkomitmen mendukung seluruh upaya untuk mencegah kembalinya konflik, memulihkan stabilitas, dan mendorong solusi yang komprehensif serta berkelanjutan," ujar Dujarric.
Pernyataan PBB disampaikan setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan pada Rabu, menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Sebagian besar ekspor minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara Teluk melewati kawasan tersebut, sehingga setiap eskalasi keamanan berpotensi memengaruhi rantai pasok energi global serta meningkatkan volatilitas harga minyak dunia.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


