PBB Desak Houthi dan Arab Saudi Tahan Eskalasi, Blokade Laut Merah Dinilai Ancam Perdagangan Globa
PBB menyatakan prihatin atas ancaman baru Houthi terhadap Arab Saudi dan memperingatkan blokade Laut Merah dapat mengganggu perdagangan global serta bantuan kemanusiaan.
JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan deeskalasi segera setelah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi. Organisasi internasional itu mengingatkan bahwa ancaman blokade maritim di Laut Merah tidak hanya berisiko memicu konflik regional, tetapi juga dapat mengganggu perdagangan global dan distribusi bantuan kemanusiaan.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan PBB mencermati laporan mengenai ancaman terbaru Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk dampaknya terhadap kebebasan navigasi di kawasan tersebut.
"Kami telah melihat laporan-laporan tersebut dan sangat prihatin dengan ancaman baru Houthi terhadap Arab Saudi, terhadap kebebasan navigasi, serta risiko eskalasi regional yang lebih luas lagi," kata Dujarric dalam konferensi pers harian, Senin (20/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah kelompok Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut muncul menyusul saling serang udara antara kedua pihak pada pekan lalu yang dipicu persoalan penerbangan Iran menuju wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman.
PBB meminta seluruh pihak menahan diri dan mengutamakan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
"Kami menyerukan deeskalasi segera. Kami mendesak seluruh pihak untuk menyelesaikan perselisihan mereka melalui dialog dan diplomasi," ujar Dujarric.
Ia juga mengingatkan pentingnya menghormati Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2722 Tahun 2024 beserta resolusi lanjutan yang berkaitan dengan serangan Houthi terhadap kapal niaga dan kapal komersial di kawasan Laut Merah.
Laut Merah Jadi Jalur Strategis Perdagangan Dunia
Menurut Dujarric, Laut Merah merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan itu berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap rantai pasok internasional.
"Hal itu akan memengaruhi arus pengiriman logistik PBB, terutama bantuan kemanusiaan dan perlengkapan pemeliharaan perdamaian. Namun yang jauh lebih mengkhawatirkan, hal tersebut akan menghadirkan kembali dampak negatif terhadap perdagangan global, perdagangan energi, serta perdagangan secara keseluruhan," katanya.
Selain menjadi jalur distribusi bantuan kemanusiaan PBB, Laut Merah juga merupakan koridor utama perdagangan internasional yang menghubungkan kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Afrika melalui Terusan Suez.
PBB Intensifkan Diplomasi
Di tengah meningkatnya ketegangan, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg tengah melakukan upaya diplomasi di kawasan. Setelah menyelesaikan kunjungan ke Arab Saudi pada Minggu (19/7/2026), Grundberg melanjutkan pembicaraan di Muscat, Oman.
Selama berada di Arab Saudi, ia bertemu dengan Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Duta Besar Arab Saudi untuk Yaman, serta perwakilan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Menurut Dujarric, pembahasan difokuskan pada upaya mempertahankan hasil gencatan senjata yang dimediasi PBB sejak 2022 sekaligus mencegah konflik Yaman terseret ke dalam eskalasi regional yang lebih luas.
Grundberg juga menekankan pentingnya menjaga ruang bagi proses politik yang inklusif dan dipimpin oleh rakyat Yaman sebagai jalan menuju penyelesaian konflik secara menyeluruh.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


