Advertisement
Peristiwa Internasional

Venezuela Konfirmasi Tiga Kematian akibat Hantavirus, Tak Ada Bukti Penularan Antarmanusia

Venezuela mengonfirmasi tiga warga meninggal akibat hantavirus. Pemerintah menegaskan belum ada bukti penularan antarmanusia.

TIMES Indonesia,
Venezuela Konfirmasi Tiga Kematian akibat Hantavirus, Tak Ada Bukti Penularan Antarmanusia
Ilustrasi - Sampel Hantavirus terlihat di Ankara, Turkiye pada 06 Mei 2026. Anadolu Agency
A-AA+

JAKARTA – Pemerintah Venezuela mengonfirmasi tiga kasus kematian akibat infeksi hantavirus. Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan hingga saat ini belum ditemukan bukti ilmiah yang menunjukkan virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia di negara itu.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Kesehatan Venezuela menyampaikan bahwa ketiga korban meninggal berasal dari Negara Bagian Anzoategui.

Advertisement

"Kami melaporkan kematian yang sangat disesalkan dari tiga pasien di Anzoategui yang terkonfirmasi terinfeksi hantavirus," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Venezuela, Rabu (22/7/2026).

Pemerintah menjelaskan bahwa hantavirus umumnya ditularkan melalui paparan hewan pengerat, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan pertanian.

"Tidak ada bukti ilmiah mengenai penularan antarmanusia di negara kami," tegas kementerian tersebut.

Tidak Berkaitan dengan Kematian Tenaga Kesehatan

Kementerian Kesehatan Venezuela juga memastikan tiga kasus hantavirus itu tidak berkaitan dengan dua kematian tenaga kesehatan yang sebelumnya terjadi di Negara Bagian Barinas, wilayah barat daya Venezuela.

Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya dua tenaga kesehatan tersebut masih dalam proses penyelidikan.

Advertisement

Otoritas kesehatan menyatakan hasil akhir investigasi akan diumumkan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan.

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi. Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel virus dari urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang mengering dan bercampur dengan udara.

Karena itu, otoritas kesehatan mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di kawasan pedesaan dan pertanian, untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat guna mengurangi risiko penularan.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia