Iran Klaim Serang Tiga Pangkalan Militer AS di Kuwait dengan Drone
Iran mengklaim melancarkan serangan drone ke tiga pangkalan militer AS di Kuwait sebagai balasan atas serangan Washington yang disebut melanggar gencatan senjata.
JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran mengklaim telah melancarkan serangan drone ke tiga pangkalan militer AS di Kuwait. Aksi tersebut disebut sebagai respons atas serangan militer Washington yang menurut Iran melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Militer Iran menyatakan serangan dilakukan pada Jumat dalam fase ke-25 Operasi Guntur, dengan menggunakan pesawat tanpa awak jenis Arash untuk menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi nasional Iran, IRIB, sasaran serangan meliputi gudang militer AS di Kamp Al-Adairi, fasilitas pasukan Amerika di Kamp Doha, serta lokasi militer lainnya di Kamp Arifjan.
"Selama fase ke-25 Operasi Guntur, tentara Iran melancarkan serangan drone Arash ke gudang-gudang tentara teroris AS di Kamp Al-Adairi, lokasi pasukan AS di Kamp Doha, dan pasukan musuh lainnya di Kamp Arifjan, Kuwait," demikian pernyataan militer Iran.
Militer Iran menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas tindakan Amerika Serikat.
"Serangan ini sebagai balasan atas agresi musuh," lanjut pernyataan tersebut.
Gencatan Senjata Kembali Runtuh
Ketegangan terbaru ini terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menandatangani memorandum pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari.
Namun, menurut Teheran, situasi kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan baru ke wilayah Iran sejak 8 Juli.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah dan menuding Washington telah melanggar komitmen gencatan senjata yang sebelumnya disepakati.
Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi perkembangan tersebut dengan menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara sudah tidak lagi berlaku.
Pernyataan itu semakin memperkuat sinyal meningkatnya eskalasi konflik di kawasan, yang dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas keamanan Timur Tengah serta jalur pelayaran internasional di sekitar Selat Hormuz.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Kuwait mengenai dampak serangan yang diklaim dilakukan Iran maupun informasi mengenai korban atau kerusakan di tiga pangkalan militer yang disebut menjadi sasaran.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


