Peristiwa Nasional

OTT Kemenhub, Menteri Budi Serahkan Proses Hukum ke KPK

Kamis, 24 Agustus 2017 - 15:21 | 38.86k
Gedung KPK (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
Gedung KPK (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyerahkan seluruh proses hukum ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Operasi Tangkap Tangan yang diduga menyangkut Eselon 1 Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub.

Budi mengaku prihatin dengan kejadian tersebut dan menunjung tinggi kegiatan yang dilakukan KPK.

"Prihatin karena sejak awal saya sudah keras supaya jangan ada orang Kemenhub yang menerima suap atau korupsi. Selanjutnya kami masih menunggu pernyataan resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai detail operasi tangkap tangan terhadap pejabat Kemenhub. Kami juga menjunjung tinggi kegiatan yang dilakukan oleh KPK tersebut," kata Budi di Jakarta, Kamis (24/8)

Atas kejadian yang kembali terjadi di Kemenhub ini, Budi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena korupsi masih terjadi di kementerian yang dipimpinnya sejak pertengahan tahun 2016 tersebut.

"Atas nama pribadi dan Kementerian Perhubungan saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia, karena kejadian ini kembali terulang," ucapnya.

Lebih lanjut, dia memastikan akan menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk melakukan proses hukum sebagaimana mestinya.

Kejadian tersebut, kata Budi, menjadi masukan bagi dirinya untuk lebih keras melakukan pengawasan ke dalam.

"Semua masih ingat ketika saya melakukan operasi tangkap tangan pungli di awal saya masuk Kemenhub, ternyata praktik ini masih ada meski pada setiap kesempatan saya selalu mengingatkan, ini menjadi masukan bagi saya untuk lebih keras melakukan pengawasan ke dalam. Korupsi adalah penyakit bangsa yang harus terus kita lawan secara bersama," tuturnya.

Sebelumnya, tim KPK kembali melakukan OTT terhadap pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Rabu (23/8) malam.

Petugas KPK menemukan banyak tas berisi uang dalam operasi tersebut. Namun KPK tidak menyebut jumlah uang tersebut.

"Ada penyelenggara negara yang kami bawa ke kantor KPK, ditemukan banyak tas yang berisi Rupiah, Dolar AS dan Dolar Singapura," kata Ketua KPK Agus Rahardjo melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis (24/8).

KPK sudah mengamankan Direktur Jenderal Hubungan Laut Kementerian Perhubungan pada Rabu (23/8) dan menyegel ruang kerja yang bersangkutan.

"Tim juga sudah menyegel sebuah ruangan di Kemenhub," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, KPK akan melakukan konferensi pers pada Kamis malam.
"Kami akan menguraikan semuanya dalam konferensi pers, kemungkinan pada malam ini," kata Febri.

Febri masih enggan mengungkap kasus di balik OTT dan uang yang diamankan tersebut. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Sukmana
Sumber : Antara News

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES