Antisipasi Corona, Gereja di Surabaya Terapkan Ibadah dari Rumah
Di tengah kepanikan masyarakat menghadapi virus corona, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang diharapkan bisa memudahkan masyarakat di tengah pandemi corona (covid-19).

SURABAYA – Di tengah kepanikan masyarakat menghadapi virus corona, pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang diharapkan bisa memudahkan masyarakat di tengah pandemi corona (covid-19). Salah satu kebijakannya adalah penerapan ibadah secara daring atau online, sehingga menerapkan dan mengubah sistem peribadatan yang sehari-hari dilakukan di dalam gereja. Seperti terjadi pada sebagian tempat ibadah di Surabaya yang menerapkan ibadah melalui online. Beberapa gereja di Surabaya mulai memberlakukan ibadah dari rumah sejak Minggu (22/3/2020) lalu.
Contohnya Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Kasih Surabaya. Gereja ini meniadakan ibadah secara tatap muka, sehingga ibadah dialihkan dengan sistem online yang dipimpin oleh Pendeta Widjaja Hendra melalui Youtube https://www.youtube.com/gptkristuskasih, Facebook: https://m.facebook.com/gpt.kristuskasih, dan website: radio.gptkk.org.
Menurut Marvin Pattikawa, salah satu jemaat Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Kasih, keputusan untuk ibadah secara online sudah sesuai dan tepat. Ia beralasan, penularan dan penyebaran covid-19 ini bisa terjadi jika ada kontak fisik.
"Kan setiap kali ibadah tentunya kita akan bertemu dengan jemaat yang lain yang sudah bisa dipastikan minimal kita akan saling bersalaman," kata Marvin Pattikawa, Selasa (31/3/2020).
Hal serupa juga diterapkan oleh Gereja Bethany Nginden. Gereja ini meniadakan ibadah minggu secara tatap muka sehingga meminta jemaat agar beribadah di rumah melalui streaming.
Kendati demikian, ibadah via streaming ini juga sesuai dengan imbauan dari Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pdt Gumar Gultom. Ia menyampaikan agar pihak gereja bisa menyediakan alternatif untuk para jemaat yang ingin beribadat tanpa harus bertemu secara langsung.
"Menurut saya, melihat kondisi saat ini dan kebijakan untuk ibadah melalui online memang sudah tepat, kami tetap bisa ibadah dari rumah masing-masing setidaknya sampai keadaannya membaik," kata Ruth Carissa Harianto, Humas Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya.
Kendati demikian, Ruth berharap agar virus Corona ini segera mereda sehingga bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala termasuk dalam hal beribadah.
"Semoga keadaannya cepat membaik, penyebaran virus bisa berhenti, pasien-pasien yang sedang dirawat dapat segera pulih, dan tim medis juga diberi kekuatan dan kesehatan," ujar Humas UK Petra Surabaya yang merespons gereja yang memberlakukan ibadah dari rumah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

