Pemkab Sragen Bakal Pertegas Physical Distancing di Pasar Bunder
Pemkab Sragen, Jawa Tengah menyiapkan physical distancing untuk pedagang Pasar Bunder dengan mengatur jarak antar pedagang dan pembeli.

SRAGEN – Pemkab Sragen, Jawa Tengah menyiapkan physical distancing untuk pedagang Pasar Bunder dengan mengatur jarak antar pedagang dan pembeli. Penerapan itu dilakukan khusus pada malam hari untuk pedagang yang belanja besar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Sragen Tedi Rosanto mengaku sudah melakukan kajian physical distancing pedagang di Pasar Bunder. Pengaturan jarak ini disiapkan untuk pedagang bronjong yang kulakan di pasar setempat. Penerapan mulai pukul 18.00-06.00.

”Pada umumnya mereka datang dari berbagai daerah dengan membawa bronjong. Aktivitas cukup ramai sekitar pukul 02.00 sampai 06.00. Jumlahnya sekitar 370 pedagang dan bisa bertambah,” terangnya, Selasa (5/5/2020).
Lantas pihaknya menyiapkan lokasi untuk pedagang sayur yang kulakan. Ada empat lokasi yang disiapkan. Antara lain plataran barat Pasar Bunder, Jalan Ahmad Yani yang rencananya ditutup, di selatan Pasar Bunder tepatnya di parkir dan jalan RA Kartini ditutup setengah jalan.
”Setengahnya disiapkan truk untuk membawa barang dagangan. Sedangkakn bongkar muat gunakan lahan kodim,” jelasnya dalam rapat di Ruang Sukowati Pemkab Sragen.
Untuk pengaturan jarak antar pedagang yakni sejauh 1 meter. Sementara untuk luas tempat pedagang menggelar dagangannya seluas 2 x 1,5 meter.
Terlepas dari itu, pihaknya mengakui masih ada potensi masalah dalam penerapannya. Seperti pembeli kulakan datang bawa motor dan bronjong. Sehingga perlu solusi area parkir yang disiapkan di utara pasar. Penerapan physical distancing bagi para pedagang perlu pengawasan dengan tegas.
”Kalau tidak diawasi, balik seperti semula,” bebernya.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memberi tenggat waktu sampai Minggu (10/5) untuk physical distancing bisa dilaksanakan.
”Beberapa daerah sudah mulai dan berhasil. Karena pasar rentan terjadi penularan, kita siapkan di Pasar Bunder dahulu,” ujar bupati.
Terkait rencana ini pihaknya sudah meminta untuk segera dilakukan sosialisasi. Penutupan dan pengalihan arus perlu dibicarakan dengan Dishub dan Satlantas Polres Sragen. ”Sepekan ini bisa dilakukan sosialisasi dan persiapan, minggu bisa dimulai,” tuturnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

