Dilantik Presiden RI Jokowi, Ini Profil KSAL dan KSAU Baru

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Presiden RI Jokowi melantik Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) yang baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (20/5/2020)
Dua orang yang dilantik adalah Laksamana Madya Yudo Margono mengisi posisi KSAL yang sebelumnya diemban Laksamana Siwi Sukma Aji. Kemudian, Marsekal Madya Fadjar Prasetyo dilantik sebagai KSAU menggantikan Marsekal Yuyu Sutisna.
Advertisement
Pergantian Laksamana Siwi karena akan memasuki masa pensiun pada Mei 2020. Sedangkan Marsekal Yuyu akan memasuki masa pensiun pada Juni 2020.
Menurut informasi dari tni-au.mil.id, Fadjar tercatat telah mengemban sejumlah jabatan militer, sebelum akhirnya mengomandoi matra udara.
Fadjar pernah menduduki posisi Direktur Pendidikdan dan Latihan (Dirdiklat) Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara. Pada tahun 2016, ia ditunjuk menjadi Komandan Lanud Halim Perdanakusuma menggantikan Marsma TNI Sri Mulyo Handoko.
Pada 2018 ia menjabat Panglima Komando Operasi TNI AU I (Pangkoopsau I). Saat menjabat Fadjar berhasil menorehkan berbagai prestasi karena sukses melaksanakan sejumlah tugas operasi.
Keberhasilan menjalankan tugas operasi tersebut, meliputi operasi Lintas Rajawali, Tangkal Rajawali, Kawal Rajawali, Sayap Rajawali, Lintas Udhaya, hingga latihan Jalak Sakti. Fadjar juga berhasil membawa Koopsau I membantu pemerintah dalam berbagai bidang sosial kemanusiaan.
Misalnya Operasi TMC, menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Kemudian penanggulangan bencana gempa bumi di Palu, serta evakuasi korban unjuk rasa di Wamena.
Sementara itu, Laksamana Yudo menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) sejak 24 September 2019.
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I atau Kogabwilhan I adalah komando utama operasi Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kogabwilhan I merupakan satuan baru yang langsung berada di bawah komando Panglima TNI. Pangkogabwilhan I mempunyai wilayah kerja yang mencakup daratan, laut dan udara.
Wilayah darat meliputi Pulau Sumatera, DKI, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Adapun wilayah laut mencakup perairan di sekitar Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Alur LAut Kepulauan Indonesia (ALKI-1) beserta perairan sekitarnya. KSAU dan KSAL yang baru ini diharapkan mampu menjalankan tugas dengan baik.(*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Irfan Anshori |
Publisher | : Rizal Dani |