Advertisement
Peristiwa Nasional

Pasar di Probolinggo akan Gunakan Transaksi Non Tunai, Begini Teknisnya

Pemkab Probolinggo, Jatim, akan menerapkan transaksi non tunai di 34 pasar tradisional untuk mencegah penularan Covid 19. Teknisnya, menggunakan kartu ATM, atau e-money.

TIMES Indonesia,
Pasar di Probolinggo akan Gunakan Transaksi Non Tunai, Begini Teknisnya
Pasar tradisional Bantaran, Kabupaten Probolinggo (foto: Iqbal/TIMES Indonesia)
A-AA+

PROBOLINGGO Pemkab Probolinggo, Jatim, akan menerapkan transaksi non tunai di 34 pasar tradisional untuk mencegah penularan Covid 19. Teknisnya, menggunakan kartu ATM, atau e-money.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dwijoko Nurjayadi mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kerjasama dengan perbankan untuk merealisasikan hal tersebut.

"Tanggal 9 ini (Selasa), akan ada sosialisasi dari BRI tingkat provinsi," katanya kepada TIMES Indonesia. Pesertanya, Disperindag dan 34 kepala pasar se-Kabupaten Probolinggo.

Disperindag membuka opsi kerjasama dengan bank lain, yang memiliki program terbaik, agar transaksi non tunai di pasar tradisional berjalan dengan baik.

Dwijoko menjelaskan, transaksi non tunai bisa dilakukan dengan dua cara. Yakni menggunakan ATM dengan mesin EDC, atau e-money (uang elektronik).

Kurang lebih 6.700 pedagang di 34 pasar tradisional akan diberi e-money, yang wajib dibawa setiap ke pasar. E-money itu sekaligus menjadi tanda pengenal pedagang.

Untuk pengunjung pasar, akan disediakan semacam gerai e-money. Bagi yang memiliki e-money atau kartu ATM, bisa mendapatkan e-money di gerai tersebut untuk bertransaksi.

"E-money itu bisa ditop up di mana saja," terang mantan Kepala Dinas Satpol PP tersebut.

Dwijoko menambahkan, penerapan transaksi non tunai ini juga akan digunakan untuk penarikan retribusi di pasar tradisional di Probolinggo. Ia sekaligus menjadi sarana memasuki kemungkinan kehidupan new normal. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Muhammad Iqbal
PenulisMuhammad IqbalSarjana Komunikasi dan Penyiaran Islam (2009), serta Magister Pendidikan Agama Islam (2016) Universitas Nurul Jadid. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2016. Meliput berbagai topik di Probolinggo, Jawa Timur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia