Begini Kronologi Pernikahan Berujung Petaka Corona di Semarang
Akhirnya terkuak sudah bagaimana kronologi pesta pernikahan berujung petaka corona atau klaster baru di Kota Semarang, Jawa Tengah.

SEMARANG – Akhirnya terkuak sudah bagaimana kronologi pesta pernikahan berujung petaka corona atau klaster baru di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr M Abdul Hakam menerangkan tragedi tersebut terjadi di pertengahan Juni 2020.
“Tepatnya tanggal 16 Juni 2020 di daerah Tambakrejo, Terboyo. Di sana waktu itu ada acara ijab kabul,” katanya melalui pesan tertulis pada Selasa (23/6/2020).
Pesta yang digelar oleh warga Kecamatan Gayamsari pada Selasa minggu lalu itu menjadi tempat penyebaran virus corona. Sebanyak lebih dari 30 orang berkumpul di pesta itu tanpa menerapkan prosedur kesehatan selama pandemi.
Awalnya, Wali Kota Semarang, Hendrar tidak menjelaskan secara rinci di mana tepatnya klaster baru itu. Dia hanya menyebutkan bahwa ibu dari salah satu mempelai sudah meninggal, sementara ayahnya dalam kondisi kritis. Selain kehilangan sang ibu, mempelai juga kehilangan adiknya.
Terkuaknya kasus ini bermula dari adanya tiga orang yang merupakan satu keluarga yang dipastikan positif Covid-19. Tiga pasien ini adalah ayah, ibu, dan anak.
Setelah Dinas Kesehatan melakukan penelusuran, ternyata mereka tertular setelah berada di sebuah pesta pernikahan. Melalui penelusuran itu, lima orang yang merupakan takmir masjid di acara tersebut juga dipastikan positif corona.
Pesta pernikahan tersebut diselenggarakan di rumah mempelai perempuan. Adapun yang dipanggil waktu itu kebanyakan dari takmir masjid. Kebetulan masjid yang dimaksud berada tepat di depan rumah mempelai.
“Awal mula adik mempelai perempuan mengeluh sakit, demam dan sesak nafas. Kemudian dibawa ke rumah sakit. Disana setelah di cek ternyata positif terpapar Covid-19. Ternyata menular ke ibu dan ayahnya,” imbuh dr. Hakam.
“Yang sakit pertama, adik pengantin perempuan akhirnya meninggal disusul ibunya. Untuk kondisi ayahnya masih sakit berat. Dalam satu keluarga itu 4 empat anak yang 3 dinyatakan positif Covid-19,” sambungnya.
Pihaknya kemudian melakukan pelacakan kepada 10 sampling dengan dilakukan rapid test. Dari 10 sampel tersebut didapat 3 orang reaktif.
“Saya kurang mantab karena baru temukan satu orang. Kemudian saya lakukan swab test, akhirnya ketemu 3 orang yang positif. Kami lacak lagi ketemu satu dan satu lagi. Kami sudah lakukan swab ketiga kepada yang positif,” kata kepala Dinas Kesehatan.
Ia menerangkan, hanya 3 orang yang bergejala di kasus awal. Kemudian orang yang positif lainnya tidak bergejala sehingga dilakukan karantina mandiri dan diberi obat.
“Alhamdulillah hari ini adiknya sudah negatif, tinggal ada 2 yang positif Covid-19,” tandasnya.
Jumlah pasien positif corona di Kota Semarang pada hari ini (Selasa, 23/6/2020) mencapai 562 orang dan yang dalam perbaikan klinis sebanyak 560 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30-40 persen pasien dirawat di rumah sakit.
Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa sebanyak 60 persen pasien corona adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Bahkan, sebanyak 63 tenaga medis dipastikan ikut terpapar virus itu.
Sedangkan untuk ODP tercatat 330 orang, PDP 281 orang serta yang meninggal akibat covid-19 tercatat 114 orang. Untuk kesembuhan ada 493 orang.
Untuk menanggulangi dampak meningkatnya penyebaran virus corona, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berencana akan menyewa hotel. Hal ini dilakukan sebagai persiapan jika tempat isolasi di sejumlah fasilitas kesehatan penuh. Hanya, Pemkot nggak ingin hal ini terjadi. Hendi pun meminta warga untuk terus berhati-hati dan menjaga protokol kesehatan.
“Maka saya ajak seluruh warga Kota Semarang, ayo bareng-bareng, apa susahnya pakai masker, kalau tidak punya boleh minta. Ini bukan untuk menyelamatkan diri sendiri, tapi juga keluarga,” kata Hendi menyusul kasus pesta pernikahan berujung petaka corona atau klaster baru di Kota Semarang, Jawa Tengah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

