Erupsi Gunung Sinabung, Status Oranye untuk Keamanan Penerbangan
Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang terjadi pada Kamis (13/8/2020) pagi, membuat PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)

JAKARTA – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang terjadi pada Kamis (13/8/2020) pagi, membuat PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) menetapkan notifikasi untuk keamanan penerbangan (VONA/Volcano Observatory Notice for Aviation) pada status oranye.
Status tersebut mengindikasikan adanya potensi erupsi dan meminta maskapai penerbangan untuk semakin waspada.
Dalam keterangan tertulisnya , Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Raditya Jati menjelaskan, VONA terbagi ke dalam tingkatan notifikasi seperti hijau, kuning, oranye, dan merah.
Hijau mengindikasikan kondisi normal dan aman untuk penerbangan, kuning yakni mulai ada aktivitas vulkanik dan maskapai diminta waspada.
Sedangkan merah menunjukkan terjadi erupsi abu vulkanik di udara dengan parameter tertentu sehingga ada larangan kepada maskapai penerbangan untuk beroperasi di sekitar wilayah gunung yang mengalami erupsi tersebut.
Raditya menambahkan, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif bagian dari cincin api dunia atau ring of fire. Dari jumlah tersebut, tidak ada gunung api yang berstatus level IV (Awas), sedangkan level III (Siaga) berjumlah dua gunung api, yakni Gunung Karangetang di Sulawesi Utara dan Gunung Sinabung. Sedangkan gunung dengan level II (waspada) berjumlah 20 gunung api, dan level I (Normal) berjumlah 46 gunung api.
Akibat erupsi Gunung Sinabung ini, pihak otoritas terkait juga memberi imbauan kepada masyarakat agar selalu waspada, termasuk juga notifikasi untuk keamanan penerbangan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


