Advertisement
Peristiwa Nasional

Jakob Oetama, Orang Katolik yang Ber-KTP Islam

Banyak cerita unik soal mendiang Jakob Oetama saat hidupnya bersama para kolega. Salah satunya diungkapkan Peneliti Senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Ahmad Najib Burhani.

TIMES Indonesia,
Jakob Oetama, Orang Katolik yang Ber-KTP Islam
Jakob Oetama saat masih hidupnya. (FOTO: Kompas.com)
A-AA+

JAKARTA Banyak cerita unik soal mendiang Jakob Oetama saat hidupnya bersama para kolega. Salah satunya diungkapkan Peneliti Senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Ahmad Najib Burhani.

Prof Najib menceritakan, suatu waktu ia pernah bersua dengan almarhum Jakob Oetama. Dalam rangka menulis Skripsi S1 tentang 'Relasi Kuasa antara Kompas dan Gus Dur'.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Jakob Oetama menunjukkan KTP kepadanya dengan tulisan agama Jakob Oetama adalah Islam. Lantas Prof Najib pun dibuat terkejut akan soal itu. Diketahui, almarhum Jakob adalah seorang yang menganut agama Katolik.

"Pak Jakob menunjukkan kalau di KTP-nya, ia beragama Islam. Saya tentu terkejut mendengarnya info itu. Tapi saya yakin, bahwa hati Pak Jakob memang Muslim," ujarnya kepada TIMES Indonesia, Senin (14/9/2020).

Lalu apakah memang benar Jakob adalah seorang mualaf dan muslim? Kata Prof Najib hal itu hanya sekedar identitas saja. Dan ia tidak percaya bahwa almarhum Jakob Oetama adalah masuk Islam atau pernah mualaf.

"Selain Pak Jakob, saya ketemu beberapa non-Muslim yang di KTP nya ditulis Islam. Kadang mereka menyamakan saja agama dan pendidikan semua orang. Saya kira (Pak JaKob Oetama) tidak (masuk Islam)," ujarnya.

Seperti yang diketahui,  Jakob Oetama meninggal dunia pada Rabu (9/9/2020) kemarin, di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Almarhum meninggal setelah berjuang melawan penyakit multiorgan selama dua minggu di rumah sakit.

Advertisement

Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Kamis (10/9/2020). (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia