Advertisement
Peristiwa Nasional

Pakar Ekonomi Guangxi University For Nationalities: Keselamatan Lebih Utama dari Pada Ekonomi

Pakar Ekonomi Guangxi University for Nationalities, Prof Roy Darmawan mengatakan, keselamatan nyawa manusia adalah lebih utama dari pada ekonomi.

TIMES Indonesia,
Pakar Ekonomi Guangxi University For Nationalities: Keselamatan Lebih Utama dari Pada Ekonomi
Ekonomi Nasional saat pandemi Covid-19. (FOTO: Ekonomi Bisnis)
A-AA+

JAKARTA Pakar Ekonomi Guangxi University for Nationalities, Prof Roy Darmawan mengatakan, keselamatan nyawa manusia adalah lebih utama dari pada ekonomi. Oleh karenanya, kebijakan-kebijakan pemerintah pada pandemi Covid-19 ini haruslah tetap mengedepankan kepentingan utama tersebut.

"Meskipun tetap dalam koridor pemerintah perlu melakukan intervensi agar perlambatan ekonomi tidak terlalu parah. Penguatan entrepreneurial mindset berperan penting untuk menjaga kekuatan psikologis masyarakat untuk mencari cara pertahanan ekonomi," katanya kepada TIMES Indonesia, Kamis (17/9/2020).

Advertisement

Menurut Prof Roy, salah satu cara yang paling logis saat pandemi ini untuk menopong ekonomi adalah melakukan aktivitas ekonomi baru, yaitu secara digital. Selain itu stimulus berupa bantuan dari pemerintah akan berperan menggerakan roda ekonomi agar ancaman bahaya resesi yang ditakuti ini tidaklah terjadi. Apa lagi saat ini, Pemrov DKI Jakarta memutuskan kembali PSBB. Dimana secara otomatis, akan mempengaruhi ekonomi secara nasional. Menyusul, kontribusi ekonomi Ibu Kota adalah cukup besar.

"Namun dilema ini kita hadapi sebagai bangsa, karena sampai dengan dilakukannya vaksinasi yang sangat akurat untuk mencegah Covid-19, berarti situasi tidak aman untuk kesehatan maupun keselamatan dalam melakukan aktivitas ekonomi maupun non ekonomi di luar rumah," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto juga mengatakan penerapan PSBB DKI Jkarta ke dua ini secara otomatis bakal memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Hal itu dikarenakan, pertumbuhan ekonomi dari ibu kota cukup berkontribusi besar ke perekonomian Indonesia secara nasional.

"PDB DKI besar sekali, sekitar 17 persen-18 persen sharenya kepada nasional," katanya saat agenda konferensi pers virtual, Rabu (16/9/2020) kemarin.

Namun, BPS belum bisa memberi proyeksi seberapa besar pengaruh tersebut. Yang jelas, melihat PSBB ke dua kali ini, pengaruh terhadap ekonomi hanya bersifat menekan saja. Itu dikarenakan, PSBB yang kali ini tidak seket PSBB pertama di DKI Jakarta. "Kalau kita lihat sebetulnya PSBB-nya bukan PSBB total," ujar Pakar Ekonomi Guangxi University for Nationalities, Prof Roy Darmawan. . (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia