Peristiwa Nasional

Mengenal Ketua Umum MUI dari Periode Pertama, Siapa Saja Mereka?

Sabtu, 28 November 2020 - 14:20 | 287.00k
Kantor MUI Jakarta Pusat. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)
Kantor MUI Jakarta Pusat. (FOTO: Moh Ramli/TIMES Indonesia)
Kecil Besar

TIMESINDONESIA, JAKARTAMiftachul Akhyar sudah ditetapkan menjadi Ketua Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) periode 2020-2025. Ia ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI dalam Musyawarah Nasional (Munas) X MUI di Jakarta, Jumat 27 November 2020 kemarin.

Sebelumnya ada beberapa ulama yang perna menduduki kursi ketum MUI itu. Mereka berlatar belakang dari ormas NU dan Muhammadiyah. Siapa saja mereka? Ini daftar lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber dari periode pertama ketum MUI hingga saat ini: 

Advertisement

1) Abdul Malik Karim Amrullah atau dikenal dengan nama Buya Hamka. Ia lahir di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat, 17 Februari 1908. Dan meninggal di Jakarta, 24 Juli 1981 pada umur 73 tahun. Hamka adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia.

Buya Hamka berkarier sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan. Hamka menjabat Ketua Umum MUI pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah hingga akhir hayatnya.

2) Syukri Ghozali. Lahir di Salatiga, Jawa Tengah, 6 Desember 1906 dan meninggal di Jakarta, 20 September 1984 pada umur 77 tahun. Ia adalah Ketua umum MUI pada tahun 1981-1984. 

Ia diangkat sebagai Ketua MUI menggantikan Buya Hamka. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Syarif Hidayatullah di Jakarta. Kiai asal Salatiga ini hanya sempat memimpin MUI selama dua tahun, kemudian ia digantikan Hasan Basri.

3) Hasan Basri lahir di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, 10 Agustus 1920 dan meninggal di Jakarta, 8 November 1998 pada umur 78 tahun. Ketua MUI tahun 1984-1990. Ia adalah seorang da’i dan pernah menjabat Imam Masjid al-Azhar, Jakarta. Diketahui, ia juga merupakan penggagas Bank Syariah di Indonesia.

4) Ali Yafie. Laki-laki yang lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 1 September 1926. Ia adalah ulama fiqh dan mantan Ketua MUI. Ali adalah tokoh Nahdlatul Ulama, dan pernah menjabat sebagai pejabat sementara Rais Aam (1991-1992).

Ia masih aktif sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Dakwah Al Irsyad, Pare-Pare, Sulawesi Selatan yang didirikannya tahun 1947, serta sebagai anggota dewan penasehat untuk Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

5) Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh. Lahir di Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, 17 Desember 1937 dan meninggal di Pati, Jawa Tengah, 24 Januari 2014 pada umur 76 tahun.

Pernah jadi Ketua MUI sejak tahun 2000 hingga 2014. Sebelumnya selama dua periode menjabat sebagai Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sejak 1999 hingga 2014.

6) Muhammad Sirajuddin Syamsuddin atau dikenal dengan Din Syamsuddin. Lahir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 31 Agustus 1958. Din Syamsuddin adalah seorang tokoh Muhammadiyah.

Pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015. Lalu digantikan oleh Haedar Nashir. Din Syamsuddin diamanati untuk menjadi Ketua Umum MUI. Saat ini ia dikenal dengan Presedium KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia)

7) Ma'ruf Amin. Lahir di Kresek, Tangerang, Masa Pendudukan Jepang. Ia adalah politisi, ulama dan dosen Indonesia yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia. Ma'ruf pernah duduk sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ma'ruf Amin yang menjabat ketua MUI masa 2015-2020. 

Pada 9 Agustus 2018, Ma'ruf Amin diumumkan sebagai calon wakil presiden pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2019 oleh Presiden Joko Widodo, yang ingin maju sekali lagi dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2019 sebagai calon presiden.

8) Terakhir yakni, Miftachul Akhyar. Ia adalah seorang ulama yang menjabat Ketua Umum MUI periode 2020-2025 nanti. Ia ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI dalam Musyawarah Nasional (Munas) X MUI di Jakarta, Jumat 27 November 2020.

Miftachul Akhyar adalah Rais Aam PBNU periode 2018-2020. Ia ditetapkan pada Rapat Pleno PBNU tahun 2018 lalu, menggantikan Maruf Amin yang resmi mengundurkan diri dari posisi Rais Aam PBNU karena maju sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2019 lalu. Itulah deretan Ketua Umum MUI dari periode pertama hingga periode terakhir. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES