Advertisement
Peristiwa Nasional

Kisah Agus Sulaiman Terbang dari Palembang sebagai Relawan Penyelam

Setelah mendengar pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengalami kecelakaan di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) kemarin,  Agus Sulaiman (45), langsung terbang dari rumahnya di Ilir Barat, Palembang, Sumatra Selatan menuju Jakarta.

TIMES Indonesia,
Kisah Agus Sulaiman Terbang dari Palembang sebagai Relawan Penyelam
Agus Sulaiman (45), saat akan melakukan evakuasi Serpihan dari pesawat Sriwijaya Air di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta. (FOTO: Munir Otokowok/TIMES Indonesia)
A-AA+

JAKARTA Setelah mendengar pesawat Sriwijaya Air SJ182 mengalami kecelakaan di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) kemarin,  Agus Sulaiman (45), langsung terbang dari rumahnya di Ilir Barat, Palembang, Sumatra Selatan menuju Jakarta.

Ia adalah seorang Instruktur Selam dari ADS Internasional. Sebelumnya, ia mengajukan diri kepihak Basarnas RI untuk menjadi relawan evakuasi Pesawat yang membawa 62 orang tersebut.

Advertisement

Relawan Penyelam 2

"Sebelum terbang ke Jakarta, saya tes antigen dulu. Lalu menyiapkan peralatan selam. Dan hari Minggu siang terbang ke Jakarta," katanya Sabtu (16/1/2021) kapada TIMES Indonesia setelah melakukan evakuasi serpihan pesawat Sriwijaya Air di Kepulauan Seribu.

Nah, begitu sampai, ia langsung ikut mengevakuasi dan menyelam di wilayah yang diduga tempat jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air tersebut. "Sebelumnya sudah ke Basarnas, mendaftar untuk ikut menyelam melalui POSSI," jelasnya.

Ayah dari empat anak tersebut mengaku, Sebelumnya ia pernah juga ikut mengevakuasi Kecelakaan Pesawat Lion R, JT610 di perairan Kerawang tahun 2018 lalu. "Sepertinya kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air itu lebih dahsyat dari kecelakaan Lion Air JT-610," ujarnya.

"Akan tetapi, untuk kedalaman lebih dalam yang Lion Air, itu kedalaman lautnya antara 33-35meter dan yang Sriwijaya Air itu hanya 17 Meter," ujarnya

Advertisement

Diberitakan sebelumnya, dari pantauan media ini, pada hari ke delapan pencarian puing Pesawat Sriwijaya Air ini, terlihat Tim SAR dari Basarnas RI, Komando Pasukan Katak (Kopaska) juga berada di tempat. Setidaknya terlihat ada puluhan kapal yang ikut mencari.

Dalam pencarian ini, tim masih mencari bagian tubuh korban Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air dan material pesawat, serta cockpit voice recorder (CVR) yang juga belum ditemukan. CVR adalah bagian dari kotak hitam yang menyimpan isi percakapan pilot dan kopilot.

Diberitakan sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air SJ182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Sabtu lalu sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut mengangkut 62 jiwa. Rinciannya, 6 kru aktif plus 56 penumpang. Rinciannya, 46 dewasa, 7 anak, dan 3 bayi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Moh Ramli
PenulisMoh RamliPasca Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (2023). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia