Peristiwa Nasional

Tangis Haru Warnai Penganugerahan Doktor Kehormatan Doni Monardo

Sabtu, 27 Maret 2021 - 13:34 | 48.09k
Subscribe TIMES TV KLIK

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mendapatkan anugerah Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari IPB University, Bogor, Sabtu (27/3/2021). Ia pun tak kuasa menahan tangis di akhir pidato ilmiahnya setelah meraih gelar doktor honoris causa (Dr HC) bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) University. 

Doni terharu setelah menceritakan perjalanan panjang dirinya memulihkan lingkungan selama ini. Ia pun menyatakan akan berusaha mempertanggungjawabkan penghargaan dan kepercayaan yang diberikan IPB University. 

"Saya akan mempertanggungjawabkan penghargaan dan kepercayaan yang diberikan IPB University kepada saya. Gelar dan kehormatan ini menjadi energi baru," ujar Doni ," ucap Doni yang dikutip dari siaran langsung YouTube IPB TV pada Sabtu (27/3/2021)..

"Bagi saya untuk terus konsisten membantu menyelamatkan lingkungan dan sumber daya alam Indonesia," lanjutnya dengan nada bergetar.

Di acara penganugerahan gelar doktor honoris causa ini, Doni memberikan orasi ilmiah berjudul 'Model Tata Kelola Sumber Daya Alam dan Lingkungan'. Dia menceritakan upaya-upayanya menggerakkan kegiatan pelestarian lingkungan selama berdinas di TNI Angkatan Darat (AD).

"Pengalaman bertahun-tahun berlatih di hutan dan penugasan operasi militer di beberapa daerah membuat saya mengenali banyak jenis tanaman sehingga saya berkomitmen untuk menanam, merawat, dan melestarikan tanaman di mana pun saya berada," kata Doni mengawali orasi ilmiahnya di hadapan rektor serta para senat IPB University.

Doni mengaku kecintaannya akan pelestarian alam dimulai ketika ditugaskan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Di sana, kondisi tanah yang tandus membuat Doni tergerak melakukan penghijauan.

"Dimulai dengan menanam pohon di Asrama Brigif Para Raider III/Tri Budi Sakti Kostrad yang tandus di Kariango, Sulawesi Selatan," cerita Doni.

Kecintaannya terhadap tanaman dilanjutkan saat dipindahtugaskan ke Jakarta. Dia lalu membuat kebun bibit trembesi di Cikeas, Bogor, Jabar.

"Setelah pindah ke Paspampres di Jakarta, komitmen itu saya buktikan dengan membuat kebun bibit trembesi di Cikeas akhir November 2008, dan pada peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2009, bibit trembesi dibagikan di Istana Merdeka," tutur Doni.

Orasi ilmiah berlanjut dengan penjelasan upaya Doni Monardo menggandeng semua stakeholder untuk memulihkan kerusakan lingkungan akibat tambang emas ilegal di Gunung Botak, Maluku, yang mengakibatkan tercemarnya biota laut oleh merkuri dan sianida, hingga cerita lahirnya program Citarum Harum untuk membebaskan Sungai Citarum dari pencemaran akibat limbah logam berat sewaktu dirinya menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi.(*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES