Sejarah Hari Ini: 24 April, Hari Solidaritas Asia-Afrika
Sejarah hari ini akan membahas sekaligus memperingati tentang munculnya hari solidaritas Asia-Afrika yang diperingati setiap 24 April.

JAKARTA – Sejarah hari ini akan membahas sekaligus memperingati tentang munculnya hari solidaritas Asia-Afrika yang diperingati setiap 24 April.
Selain itu, 24 April juga mencatat banyak peristiwa, seperti jatuhnya pesawat Soyuz 1 ketika hendak kembali ke bumi dan awal pembangunan Terusan Suez di Mesir yang luar biasa.
2020: Hari Solidaritas Asia-Afrika

Bertepatan dengan peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika di tahun 2020, tanggal 24 April ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Asia Afrika. Penetapan ini merupakan upaya mengukuhkan solidaritas di negara Asia dan Afrika dan penetapan Kota Bandung sebagai Ibu Kota Solidaritas Asia-Afrika.
Dikutip dari situs Kemendikbud, peringatan ini bertujuan mengirimkan pesan kepada dunia bahwa kondisi kehidupan dunia masih tidak berimbang dan jauh dari keadilan dan jauh dari perdamaian.
Sebagai informasi, Konferensi Asia-Afrika di Bandung dihadiri oleh 29 negara. Konferensi tersebut berlangsung selama tujuh hari yakni 18 April hingga 24 April 1955. Poin-poin penting dari adanya Konferensi Asia Afrika adalah kerja sama ekonomi, kerja sama kebudayaan, hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri, masalah rakyat jajahan, dan deklarasi perihal memajukan perdamaian dunia juga kerja sama Internasional.
1967: Jatuhnya Pesawat Soyuz 1

Pesawat Soyuz 1 merupakan program rancangan Uni Soviet dengan misi untuk menempatkan manusia ke bulan. Pesawat ini meluncur pada 23 April dan mengorbit selama 24 jam. Namun saat kembali ke bumi, Sayuz 1 mengalami kerusakan dan membuatnya jatuh menghantam tanah.
Kosmonot bernama Vladimir Komarov meninggal dalam peristiwa yang terjadi pada 24 April.
1859: Awal Pembangunan Terusan Suez

Sejarah hari ini mencatat 24 April 1859 sebagai awal pembangunan Terusan Suez di Mesir.
Terusan Suez yang diresmikan tahun 17 November 1869 dibangun atas prakarsa insinyur Prancis yang bernama Ferdinand Vicomte de Lesseps. Terusan sepanjang 193 kilometer ini memungkinkan kapalmlaut dari Eropa ke Asia tanpa mengelilingi Afrika.
Terusan Suez sempat menjadi perhatian dunia saat Ever Given kapal raksasa pengangkut kontainer kandas pada 23 Maret 2020. Peristiwa ini membuat lalu lintas laut macet selama beberapa hari. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

