Kapal Selam KRI Nanggala 402 Dimungkinkan Tenggelam Terlalu Dalam

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sekretaris Submarine Institute of Australia Frank Owen menyampaikan, Kapal Selam KRI Nanggala 402 tenggelam sangat dalam. Oleh sebab itulah, tim penyelamat sangat sulit untuk menjangkaunya.
"Sebagian besar sistem penyelamatan kapal selam mampu mencapai kedalaman sekitar 600 meter," ujar mantan kru kapal selam yang kini ikut mengembangkan sistem penyelamatan kapal selam di Australia, seperti dilansir Associated Press.
Advertisement
Frank Owen menjelaskan, Kapal Selam bisa menyelam lebih dari itu. Namun, sistem lain seperti pompa dan sistem lain dimungkinkan kurang bisa mendukung jika terlalu dalam. "Jadi kapal itu bisa bertahan di kedalaman itu, tapi belum tentu bisa beroperasi," jelasnya.
Menurutnya, KRI Nanggala 402 juga tidak dilengkapi dengan kursi penyelamat di sekitar pintu keluar yang dirancang untuk penyelamatan bawah air. Kapal selam penyelamat akan membuat sambungan tahan air ke kapal selam sehingga palka dapat dibuka tanpa menimbulkan kebocoran.
Frank Owen juga mengatakan, kapal selam itu bisa diselamatkan dari kedalaman 500 meter tanpa kerusakan apa pun. Tetapi jika berada pada kedalaman 700 meter, dia tidak bisa memperkirakan apa yang akan terjadi.
Seorang pejabat dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DMSE) Korea Selatan, Ahn Guk-hyeon, mengatakan kapal selam tersebut akan rusak jika melampaui kedalaman 200 meter.
Kapal Selam KRI Nanggala 402 hilang saat latihan penembakan torpedo pada Rabu (21/4/2021) dini hari. Hingga siang ini, \ tersebut juga belum ditemukan. Sudah lewat 72 jam sejak dinyatakan hilang kontak. Oksigen di kapal diperkirakan hanya tersedia hingga pukul 03.00 WIB tadi. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Wahyu Nurdiyanto |
Publisher | : Ahmad Rizki Mubarok |