Advertisement
Peristiwa Nasional

Pencarian KRI Nanggala-402, Puluhan Pasukan Penyelam Marinir Bersiaga di Banyuwangi

Puluhan pasukan penyelam Batalyon Intai Amfibi Marinir Surabaya tengah disiagakan di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi. Sedikitnya ada sekitar 23 orang penyelam yang bersiap ditugaskan dalam proses pencarian atau evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 ters

TIMES Indonesia,
Pencarian KRI Nanggala-402, Puluhan Pasukan Penyelam Marinir Bersiaga di Banyuwangi
Suasana pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 di pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi. (FOTO: Agung Sedana/ TIMES Indonesia)
A-AA+

BANYUWANGI Puluhan pasukan penyelam Batalyon Intai Amfibi Marinir Surabaya tengah disiagakan di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi. Sedikitnya ada sekitar 23 orang penyelam yang bersiap ditugaskan dalam proses pencarian atau evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402 tersebut.

Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib adalah satuan elit dalam Korps Marinir yang memiliki spesialisasi dalam operasi Pengintaian Amfibi dan Pengintaian Khussus. Kesatuan ini sebanding dengan halnya Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat.

Advertisement

Pasukan penyelam ini tampak sedang bersiap di tenda darurat milik SAR. Mereka dilengkapi dengan peralatan penyelaman. Baik itu berupa baju selam maupun tabung oksigen. Selain itu, juga ada perahu karet yang disiapkan untuk sewaktu-waktu digunakan.

Selain itu, pada Sabtu sore ini (24/4/2021) nampak ada sejumlah KRI yang bersandar di Pelabuhan Tanjungwangi. Kemungkinan kapal perang milik TNI tersebut telah membawa kabar kepada personel yang bersiaga di Banyuwangi.

Kapal yang bersandar ini adalah KRI RE Martadinata. Kapal perang canggih yang dilengkapi dengan teknologi sonar. Kapal ini merupakan prioritas utama dalam proses pelacakan terhadap KRI Nanggala 402 yang hilang beberapa waktu lalu di perairan Bali.

Informasi yang diperoleh TIMES Indonesia, pihak TNI telah menaikkan menaikkan status KRI Nanggala-402 dari submiss menuju fase subsunk. Dengan status subsunk ini, TNI bakal menyiapkan skenario evakuasi medis. Sehingga jika ditemukan anak buah kapal yang selamat bisa langsung dievakuasi.

Peningkatan status menjadi subsunk ini dilakukan setelah ditemukannya beberapa bukti otentik berupa serpihan barang KRI Nanggala 402. Salah satunya, berbentuk tabung torpedo. Barang ditemukan di sekitar radius 10 kilometer dari titik pencarian. (*)

Advertisement

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A
PenulisAgung Sedana Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia