Advertisement
Peristiwa Nasional

Sejarah Hari Ini: 27 April, Bom di Bandara Soekarno Hatta

Sejarah hari ini mencatat beberapa peristiwa yang terjadi pada 27 April. Peristiwa nasional yang tercatat dalam sejarah hari ini adalah bom di Bandara Soekarno Hatta. Selain itu, ada peristiwa peluncuran Explores 11 ke orbit bumi oleh lembaga antariksa Am

TIMES Indonesia,
Sejarah Hari Ini: 27 April, Bom di Bandara Soekarno Hatta
Bandara Soekarno Hatta (Foto: wikipedia)
A-AA+

JAKARTA Sejarah hari ini mencatat beberapa peristiwa yang terjadi pada 27 April. Peristiwa nasional yang tercatat dalam sejarah hari ini adalah bom di Bandara Soekarno Hatta. Selain itu, ada peristiwa peluncuran Explores 11 ke orbit bumi oleh lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA. 

Berikut penjelasan singkat mengenai peristiwa yang terjadi pada 27 April.

Advertisement

1907: Lahirnya Amir Sjarifoeddin

Amir Sjarifoeddin merupakan seorang Perdana Menteri Indonesia yang kedua. Dirinya lahir di Medan, Sumatera Utara pada 27 April 1907.  Amir Sjarifoeddin juga pernah berkontribusi dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. 

Amir menjadi Perdana Menteri (PM) Indonesia pada 1947 dan menjadi ketua delegasi Indonesia dalam perjanjian Renville — disepakati 17 Januari 1948 — yang hasilnya dianggap merugikan kedudukan Indonesia.

Meski demikian, kisah hidup Amir berakhir tragis. Ia dieksekusi mati karena dianggap sebagai bagian PKI dan melakukan pemberontakan pada tahun 1948. Amir sebelumnya memang tergabung dengan Partai Komunis Indonesia.

1961: Peluncuran Misi Explores 11

Pada 27 April 1961 NASA meluncurkan pesawat luar angkasa yang bernama Explorer 11 ke Orbit Bumi. Peluncuran misi ini bertujuan untuk mempelajari sinar gamma atau energi dari sebuah radiasi elektromagnetik atau disebut juga proses nuklir.

2003: Bom di Bandara Soekarno Hatta

Ledakan bom tersebut terjadi pada 27 April 2003  pukul 06.27 pagi di terminal 2F Bandara Soekarno Hatta. Bom tersebut diketahui berdaya ledak yang rendah akan tetapi menimbulkan korban kurang lebih 10 orang yang mengalami luka-luka. Korban dengan luka-luka yang cukup parah bernama Yuli dan Minarti membuat kaki Yuki harus diamputasi. 

Advertisement

Polisi mengeluarkan sketsa wajah, kemungkinan merujuk pada anggota GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Hal tersebut didukung dengan adanya jadwal pemberangkatan rombongan GAM ke Geneva, Swiss, dan menginap di Hotel Quality yang menginap dikamar nomor 42 yang mana merupakan ronbongan GAM tersebut. Namun, penyidikan kasus ini berhenti karena minim bukti. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRatu Bunga Ambar Pratiwi (MG-345) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia