Advertisement
Peristiwa Nasional

Sejarah Hari Ini: 2 September, Mengenang Sukses Asian Games Jakarta

Sejarah hari ini mencatat, pada 2 September 2018 ajang olahraga terbesar se Asia, Asian Games 2018 ditutup dengan spektakuler. Indonesia sebagai

TIMES Indonesia,
Sejarah Hari Ini: 2 September, Mengenang Sukses Asian Games Jakarta
Penutupan Asian Games 2018 di Stadion GBK Jakarta, 2 September 2018. (foto: reuters)
A-AA+

JAKARTA Sejarah hari ini mencatat, pada 2 September 2018 ajang olahraga terbesar se Asia, Asian Games 2018 ditutup dengan spektakuler. Indonesia sebagai tuan rumah berhasil menyajikan upacara penutupan yang cantik dan sekaligus dikenang sebagai penyelenggaraan Asian Games terbaik sepanjang sejarah.

Dari luar negeri, 2 September juga mencatat beberapa peristiwa penting, seperti Jepang secara resmi menyerah kepada Amerika sekaligus mengakhiri Perang Dunia kedua.

Advertisement

2018: Penutupan Asian Games 2018

Asian-Games-2018-2.jpg
Penutupan Asian Games 2018 di Stadion GBK Jakarta, 2 September 2018 berlangsung meriah dengan menyuguhkan artis internasional dan bertema perayaan. (foto: Amir Hoseni/FARS)

Closing ceremony Asian Games 2018 pada 2 September menandai berakhir ajang empat tahunan di Indonesia itu. Digelar di Gelora Bung Karno (GBK), pesta ini berlangsung meriah meski disebut tidak seglamour dan sehebat upacara pembukaan.

Namun ragam hiburan, mulai dari tari sampai deretan artis papan atas Asia, menjadi daya tarik upacara penutupan. Sebut saja ada boyband Korea Selatan, Super Junior dan iKON membuat upacara penutupan tetap meriah dan menarik. Di deretan artis Indonesia, hadir Isyana Sarasvati hingga Bunga Citra Lestari.

Asian-Games-2018-3.jpg
Penampilan Suju Junior dalam penutupan Asian Games 2008 di Stadion GBK Jakarta. (foto: dok Asian Games 2018)

Creative director closing Asian Games 2018 Wisnutama mengungkapkan tema yang diambil kali ini akan berbeda dengan saat pembukaan. Penutupan akan lebih santai karena persiapannya pendek.

"Jadi konsepnya berbeda ya, closing lebih ke celebration terhadap penyelenggaraan ini khususnya kepada para atlet. Intinya terima kasih kepada atlet yang telah turut serta dalam Asian Games 2018," ujar Wisnutama

Jika pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus yang juga luar biasa dilakukan Presiden Joko Widodo, maka dalam upacara penutupan giliran Wapres Jusuf Kalla yang hadir. Presiden Jokowi memilih kunker ke Lombok dan melakukan acara nonton bareng bersama para pengungsi gempa.

Asian-Games-2018-4.jpg
Presiden Joko Widodo menyaksikan penutupan Asian Games 2018 dari tenda pengungsian di Lombok. (foto: antara)

Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah, Presiden Dewan Olimpiade Asia dalam pidatonya berterimakasih terhadap Indonesia karena sudah sukses menyelenggarakan Asian Games 2018. Yang unik, Syeikh Ahmad tersebut melakukan gestur hati sambil mengatakan "Indonesia, kami cinta kalian". Sontak, aksinya ini diikuti oleh tepuk tangan meriah dari para penonton.

Selain sukses meraih simpati dan penyelenggaran yang bagus, Indonesia juga mencatat prestasi bagus di Asian Games. Indonesia berhasil menempati posisi empat di klasemen akhir perolegan medali. Tim merah putih meraih 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu, atau total 98 medali. Tampil sebagai juara umum adalah China diikuti Jepang dan Korea Selatan.

1945: Jepang Menandatangani Penyerahan Tanpa Syarat

Jepang-Menyerah.jpg
Pewakilan Pemerintah Jepang saat menandatangi pernyataan menyerah tanpa syarat atas Sekutu di atas kapal perang Amerika Serikat yang bersandar di Teluk Tokyo, 2 September 1945. (foto: wikipedia)

Meski Jepang sudah menyatakan menyerah dan kalah perang pada 14 Agustus 1945, namun peryataan resmi baru dilakukan pada 2 September 1945.

Di hadapan 50 jenderal Sekutu, termasuk Panglima Tertinggi kekuatan Sekutu, Jenderal AS Douglas MacArthur, dan pejabat lainnya, utusan Jepang menaiki kapal perang Amerika Missouri di Teluk Tokyo untuk menandatangani dokumen penyerahan.

Dalam waktu setengah jam setelah penandatanganan, konvoi 42 kapal AS memasuki Teluk Tokyo dan mendaratkan 13.000 tentara Amerika.

Jepang menyerah setelah dua serangan bom atim di Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.

Di bawah ketentuan gencatan senjata, Jepang telah setuju untuk mengakhiri semua permusuhan, membebaskan semua tawanan perang, dan mematuhi ketentuan deklarasi Potsdam, yang membatasi kedaulatannya pada empat pulau utama yang membentuk Jepang.

Itu juga telah setuju untuk mengakui otoritas panglima tertinggi AS. Meskipun Kaisar Hirohito akan diizinkan untuk tetap sebagai kepala negara simbolis.

Perdana Menteri Jepang, Pangeran Higashi Kuni, menyiarkan seruan kepada rakyatnya untuk mematuhi syarat penyerahan diri. Dia mengatakan bahwa Jepang harus menghadapi kekalahan secara jujur ​​dan "menderita bahkan yang tak tertahankan" dalam upaya untuk mematuhi proklamasi penyerahan Kaisar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

R
PenulisRatu Bunga Ambar Pratiwi (MG-345) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia