Advertisement
Peristiwa Nasional

Hore, Pendakian ke Gunung Raung Kembali Dibuka

Pendakian wisata ke Gunung Raung kembali dibuka, setelah sebelumnya sempat dilarang karena aktivitas vulkanik gunung yang berstatus waspada (level II) dan pandemi Covid-19.

TIMES Indonesia,
Hore, Pendakian ke Gunung Raung Kembali Dibuka
Pendakian ke Puncak Gunung Api Raung. (FOTO: Instagram raungcamp)
A-AA+

BANYUWANGI Pendakian ke Gunung Raung kembali dibuka, setelah sebelumnya sempat dilarang karena aktivitas vulkanik gunung yang berstatus waspada (level II) dan pandemi Covid-19.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, Mukijo mengatakan, status Gunung Raung berada di level I alias nomal. Sehingga diperbolehkan bagi untuk pendaki.

Advertisement

"Sejak Agustus sudah turun menjadi normal, pembatasan sudah dicabut. Dalam status normal diimbau agar tidak berkemah di bibir kawah dan tidak turun ke kawah," kata Mukijo, kepada wartawan Senin (4/10/2021).

Pendakian-ke-Puncak-Gunung-Api-Raung-2.jpg

Jalur pendakian dapat ditempuh dari Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

"Kita sudah perbolehkan beraktivitas kembali. Selain pendaki dari Jawa, yang sering datang juga dari Malaysia," ungkap Sekretariat Pendakian Gunung Raung, Eko Wahyudianto.

Berdasarkan keterangan PPGA Raung, para pendaki sudah diperbolehkan naik ke puncak. Di Gunung Raung, yang paling dicari para pendaki adalah Puncak Sejati dan kaldera, juga anak Gunung Raung yang bisa dilihat dari di Puncak Sejati.

Advertisement

Sebelumnya sempat diberitakan, Gunung Api Raung mengeluarkan asap putih dari dalam kawah, pada Jumat (24/9/2021) pagi.

Pendakian-ke-Puncak-Gunung-Api-Raung-3.jpg

Asap putih yang keluar dari dalam gunung setinggi 3332 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu, akibat adanya reaksi gas dengan air yang berada di dalam kawah Gunung Raung.

Kondisi tersebut, terjadi sudah beberapa kali sejak penurunan status Gunung Raung dari level II waspada ke level I normal pada Agustus 2021 lalu.

Dari segi kegempaan masih terekam tremor menerus hingga saat ini, yang berarti magma masih bergerak di posisi dangkal.

Kegempaan tremor pada gunung yang terletak di tiga perbatasan kabupaten yakni Banyuwangi, Bondowoso dan Kabupaten Jember, itu sempat mengalami peningkatan. Namun saat ini aktivitas kegempaan di Gunung Raung sudah cenderung turun. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rizki Alfian
PenulisRizki Alfian Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia