Sejarah Hari Ini: 20 Oktober, Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin
Sejarah hari ini mencatat, 20 Oktober 2019 adalah tanggal saat Joko Widodo dan Maruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Namun sejatinya, tanggal 20 Oktober menjadi hari istimewa bagi Indonesia. Tanggal itu menjadi waktu pelantikan beber

JAKARTA – Sejarah hari ini mencatat, 20 Oktober 2019 adalah tanggal saat Joko Widodo dan Maruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Namun sejatinya, tanggal 20 Oktober menjadi hari istimewa bagi Indonesia. Tanggal itu menjadi waktu pelantikan beberapa presiden, mulai dari Abdurrahman Wahid, Susilo Bambang Yuhoyono hingga Presiden RI Jokowi (Joko Widodo). Peristiwa lain juga tercatat di Libya. 20 Oktober 2011 menjadi akhir hidup diktator Muammar Khadafi. Pemimpin Libya yang telah berkuasa selama 42 tahun ini tewas.
2019: Jokowi-Amin Maruf Dilantik

Tanggal 20 Oktober 2019, Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Pelantikan digelar di gedung MPR RI.
Bagi Jokowi ini adalah periode keduanya menjadi kepala negara.
Jokowi-Maruf Amin memimpin Indonesia setelah berhasil mengalahkan pesaingnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019 dengan memperoleh 85.607.362 suara sah.
Raihan suara Jokowi-Ma'ruf setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.
Pada edisi sebelumnya (2014), Jokowi dan wakilnya Jusuf Kalla terpilih sebagai presiden dan wakil presiden setelah mengungguli pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa. Secara kebetulan, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla juga dilantik pada 20 Oktober 2014.
Sejatinya, tanggal 20 Oktober juga mencatat pelantikan Presiden RI lainnya. Catatan TIMES Indonesia, pelantikan Presiden RI ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga dilaksanakan pada 20 Oktober 1999.
Kemudian pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga digelar, pada 20 Oktober 2004 untuk masa jabatan pertama dan 20 Oktober 2009 untuk masa jabatan kedua.
2011: Muammar Khadafi Tewas

Pemimpin Libya Muammar Khadafi menghadapi takdir kelam. Pemimpin Libya yang telah berkuasa selama 42 tahun, 1969-2011, menemui ajalnya. Ia tewas usai ditembak oleh seseorang sesaat setelah pasukan oposisi yang disebut tentara Transisi Nasional Libya (NTC) menemukannya bersembunyi di gorong-gorong.
Saat itu, Khadafi yang menjadi buron pasukan NTC dan Amerika Serikat ditemukan bersembunyi dalam gorong-gorong di kota kelahirannya, Sirte pada 20 Oktober 2011 pagi.
Sebelumnya, pesawat NATO memergoki dan menyerang iring-iringan Khadafi yang dikelilingi 15 truk bersenjata tengah menuju bagian barat Libya.
Tentara NTC dan NATO pada akhirnya berhasil menemukan dan membekuk Khadafi yang bersembunyi di pipa drainase besar. Dalam sebuah rekaman video, Khadafi yang dalam kondisi terluka tiba-tiba ditembak oleh seseorang. Khadafi menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan ke rumah sakit.
Dikutip dari BBC, Omran al-Oweib, nama komandan NTC mengatakan, Khadfi yang sudah cedera diseret dari sebuah pipa saluran drainase tempatnya berlindung di Sirte.
Namun, baru berjalan sekitar 10 langkah, Khadafi tersungkur akibat tertembak. Omran menyatakan sulit mengidentifikasi orang yang menembak Khadafi hingga tewas.
"Saya tidak melihat siapa yang menembak atau senjata apa yang membunuhnya," kata Oweib dalam wawancara ekslusif dengan BBC.
Oweib menambahkan sejak awal sejumlah pejuang berniat untuk membunuh Khadafi namun dia berusaha untuk menjaga eks diktator Libia itu tetap hidup.
Jenazah Khadafi beberapa hari kemudian dipamerkan di sebuah pasar di Sirte, hingga akhirnya dimakamkan pada 25 Oktober di padang gurun yang dirahasiakan agar makam sang diktator tidak dijadikan semacam tempat pemujaan bagi pendukungnya.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

