Abdul Mu'ti: Rupanya NU Sudah Mulai Terpengaruh Muhammadiyah
Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti melontarkan candaannya. Menurutnya, Nahdlatul Ulama (NU) kini sudah terpengaruh Muhammadiyah. ... ...

JAKARTA – Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti melontarkan candaannya. Menurutnya, Nahdlatul Ulama (NU) kini sudah terpengaruh Muhammadiyah.
Hal itu dikatakannya setelah dirinya menghadiri Muktamar ke-34 NU Lampung kemarin.
Diketahui, tanggal 22 Desember, ia hadir sebagai tamu undangan dalam pembukaan Muktamar di Ponpes Darussa’adah, Gunungsugih. Menggantikan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang berhalangan saat itu.
“Pertama, saat Pembukaan Muktamar ke-34 NU, pidato dan sambutan tidak ada yang lucu. Serius semua! Kedua, tidak ada yang merokok di arena mulai dari pra-acara sampai selesai seluruh rangkaian Pembukaan. Rupanya NU sudah mulai terpengaruh Muhammadiyah,” tulisnya di akun Twitter resminya dikutip TIMES Indonesia Minggu (26/12/2021).

Selain candaannya itu, guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan, Muktamar kali ini, NU selain mencerminkan karakter santri dan budaya pesantren, juga menunjukkan kepedulian NU terhadap situasi Pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan pelaksanaan Muktamar dilakukan sederhana.
“Saya melihat suasana di arena Muktamar sangat tertib dan penuh kesederhanaan. Selain sebagai karakter santri dan budaya pesantren, juga mencerminkan kepedulian NU terhadap situasi bangsa yang masih prihatin karena pandemi Covid-19,” katanya lagi.
“Kami berharap kepada KH Miftakhul Akhyar dan KH Yahya Cholil Tsaquf untuk dapat memperkuat ukhuwah yang sejati serta meningkatkan kerjasama dengan berbagai elemen pihak, termasuk dengan Muhammadiyah dalam memajukan umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Seperti diketahui, setelah melalui proses voting contreng muktamirin, Gus Yahya akhirnya memenangi pemilihan ketum PBNU. Meraih suara 337. Sementara Said Aqil Siroj mendapat 210 suara. Dengan perolehan itu, Gus Yahya mendampingi Rais Aam KH Muftachul Ahyar memimpin NU, ormas terbesar di dunia ini, untuk masa khidmat 2021-2026. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


