Advertisement
Peristiwa Nasional

Menteri Kesehatan RI Apresiasi Gerakan Vaksinasi Jimpitan di Bantul

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya vaksinasi jimpitan sebagai salah satu gerakan sosial untuk mendukung program pemerint ...

TIMES Indonesia,
Menteri Kesehatan RI Apresiasi Gerakan Vaksinasi Jimpitan di Bantul
Menteri Kesehatan RI meninjau vaksinasi drive-thru. (Foto : Totok Hidayat/TIMES Indonesia)
A-AA+

BANTUL Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya vaksinasi jimpitan sebagai salah satu gerakan sosial untuk mendukung program pemerintah.

Pernyataan ini disampaikan disela - sela  pelaksanaan vaksinasi jimpitan di komplek SD Muhammadiyah Jogodayoh Sumbermulyo Bambanglipuro, Bantul Jum'at (21/1/2022).

Advertisement

Kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain bahwa dengan semangat gotong royong, mampu menggelar vaksinasi. Sehingga dapat mendukung capaian vaksinasi nasional sekaligus membantu pemerintah dalam mencegah penularan varian Omicron melalui peningkatan kekebalan komunal. 

"Capaian vaksinasi Indonesia saat ini berada di peringkat empat dunia, mencapai 300 juta dosis vaksin," tegas Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.

vaksinasi drive thru a
Menteri Kesehatan RI berbincang dengan salah satu lansia peserta vaksinasi. (Foto : Totok Hidayat/TIMES Indonesia)

Angka ini tidak mungkin diraih tanpa peran serta seluruh pihak karena pemerintah dengan segala keterbatasan tidak mungkin meraihnya sendiri. Kondisi ini menunjukan penanganan Covid-19 di Indonesia sudah menjadi tanggung jawab bersama, seluruh elemen bangsa. 

Lurah Sumbermulyo Bambanglipuro Ani Widayani menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara gotong royong. Seluruh tenaga kesehatan yang bertugas tidak mendapat bayaran. Termasuk dua dokter spesialis yang dibantu komunitas SONJO. 

Advertisement

Dokter spesialis dihadirkan pada vaksinasi jimpitan. Menyusul 415 sasaran merupakan lansia yang memiliki komorbid sehingga beberapa kali gagal saat akan mengikuti vaksinasi. Untuk memberikan layanan kepada lansia yang mengalami keterbatasan fisik, vaksinasi dilakukan secara Drive-thru.

Kepala Puskesmas Bambanglipuro dokter Tarsisius Glory memastikan, terdapatnya lansia yang gagal vaksin karena memiliki komorbid, jadi alasan utama vaksinasi jimpitan. Terbukti setelah mendapat treatmen dari dokter spesialis, akhirnya 97 persen lansia dapat divaksin. 

Selain lansia dengan komorbid, warga yang menolak dan ragu - ragu terhadap vaksin Covid-19 juga menjadi sasaran vaksinasi jimpitan. Kehadiran dokter spesialis penyakit dalam diharapkan dapat menambah keyakinan warga untuk mengikuti vaksinasi. 

Koordinator komunitas SONJO Rimawan Pradipto mengaku, sudah enam kali mendukung kegiatan vaksinasi bagi penderita komorbid sebagai pilot projek untuk dikembangkan di daerah lain. Sejak berdiri 24 Maret 2020, SONJO konsentrasi pada sektor kesehatan, ekonomi dan pendidikan di masa pandemi. (*)

 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

T
PenulisTotok Hidayat Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia