Advertisement
Peristiwa Nasional

Presiden Jokowi Tegaskan Bung Karno Tidak Pernah Berkhianat

Presiden RI Jokowi menegaskan bahwa Ir Soekarno atau Bung Karno tidak pernah berkhianat terhadap bangsa dan negara.  ...

TIMES Indonesia,
Presiden Jokowi Tegaskan Bung Karno Tidak Pernah Berkhianat
Presiden Jokowi memberikan keterangan persnya usai Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tahun 2022. (FOTO: BPMI Setpres). 
A-AA+

JAKARTA Presiden RI Jokowi menegaskan bahwa Ir Soekarno atau Bung Karno tidak pernah berkhianat terhadap bangsa dan negara. 

Hal tersebut ditegaskan Presiden RI Jokowi (Joko Widodo) karena Bung Karno telah memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional yang diberikan pemerintah pada tahun 1986 dan 2012 lalu. 

Advertisement

"Tahun 1986 pemerintah telah menganugerahkan pahlawan proklamator kepada Ir. Soekarno, dan di tahun 2012 pemerintah telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada almarhum Ir. Soekarno," ucap Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (7/11/2022). 

Jokowi-2.jpg
Presiden Jokowi memberikan keterangan persnya usai Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional tahun 2022. (FOTO: BPMI Setpres). 

"Artinya, Ir. Soekarno telah dinyatakan memenuhi syarat setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara yang merupakan syarat penganugerahan gelar kepahlawanan," sambung Presiden Jokowi. 

Presiden Jokowi menjelaskan lagi sejarah kepahlawanan Bung Karno, terutama terkait Ketetapan MPRS Nomor 33/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Negara dari Presiden Soekarno. Menurut Presiden Jokowi, Ketetapan MPR Nomor 1/MPR/2003 telah menyatakan bahwa TAP MPRS Nomor 33/MPRS/1967 sebagai kelompok ketetapan MPRS yang dinyatakan tidak berlaku lagi dan tidak perlu dilakukan tindakan hukum lebih lanjut, baik karena bersifat final telah dicabut, maupun telah dilaksanakan.

Jokowi-3.jpg
Presiden Jokowi memberikan penganugerahan kepada keluarga penerima Gelar Pahlawan Nasional tahun 2022. (FOTO: BPMI Setpres) 

"Ini merupakan bukti pengakuan dan penghormatan negara atas kesetiaan dan jasa-jasa Bung Karno terhadap bangsa dan negara, baik sebagai pejuang dan proklamator kemerdekaan, maupun sebagai Kepala Negara di saat bangsa Indonesia sedang berjuang membangun persatuan dan kedaulatan negara," jelas Presiden Jokowi.

Dilain kesempatan, Guntur Soekarnoputra, putra Bung Karno yang mewakili keluarga menyampaikan ucapan terima kasih atas pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi tersebut. 

Menurut Guntur, meskipun Bung Karno telah dianugerahi gelar pahlawan nasional, namun hingga saat ini masih terjadi proses de-soekarnoisasi yang berupaya memperkecil peranan dan kehadiran Bung Karno.

"Saya rasa dengan adanya penegasan dari Bapak Presiden yang tadi, proses de-soekarnoisasi jilid dua ini sedikit banyak bisa kita redam dan sedikit banyak dapat kita lawan dengan lebih kuat," ujar Guntur.

Lebih lanjut, Guntur menilai bahwa pernyataan Presiden Jokowi juga merupakan penegasan mengenai sosok Bung Karno yang bersih dan tidak patut dituduh terlibat G30S/PKI. Bung Karno, lanjutnya, justru merupakan seorang patriot sejati.

"Di sini ditegaskan lagi dengan adanya penjelasan dari Bapak Presiden tadi, jelas Soekarno bukan PKI dan Soekarno bukan komunis. Soekarno tetap seorang nasionalis sejati, seorang patriot paripurna," tandas Guntur Soekarnoputra.

Presiden Jokowi Beri Gelar Pahlawan kepada Lima Tokoh. 

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi telah memberikan lima gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh. Mereka dinilai sudah berkontribusi untuk pembangunan dan kemerdekaan Indonesia.

Mereka antara lain adalah DR. dr. H.R. Soeharto, KGPAA Paku Alam VIII, dr. Raden Rubini Natawisastra, H. Salahuddin bin Talibuddin dan K.H. Ahmad Sanusi.

"Pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada tokoh-tokoh yang telah memberikan kontribusi besar kepada bangsa dan negara," kata Presiden Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/11/2022).

Kepala Negara pun berharap, dengan dianugerahkannya pahlawan nasional kepada tokoh-tokoh tersebut, bisa membangkitkan semangat dan rasa nasionalisme masyarakat terhadap Indonesia.

Dengan begitu, ke depan Indonesia akan menjadi negara yang semakin maju. "Semoga Tuhan yang Maha Kuasa mempermudah upaya kita untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan demi kemajuan Indonesia," harapnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Ahmad Nuril Fahmi
PenulisAhmad Nuril FahmiSarjana Ilmu Hukum Universitas Bung Karno (UBK) Bergabung dengan TIMES Indonesia dan bertugas di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak 2020. Sudah meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia