Peristiwa Nasional

Puluhan Korban Belum Ditemukan, Jokowi Kembali ke Lokasi Gempa Cianjur 

Kamis, 24 November 2022 - 15:37 | 18.71k
Puluhan Korban Belum Ditemukan, Jokowi Kembali ke Lokasi Gempa Cianjur 
Presiden Jokowi (Joko Widodo) kembali ke lokasi gempa bumi Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). (FOTO: Setkab RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Setelah kemarin turun, Presiden Jokowi (Joko Widodo) kembali ke lokasi gempa Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). Pasalnya, hingga saat ini ada 39 korban yang belum ditemukan di wilayah Kecamatan Cugenang.

Sehingga, Presiden Jokowi datang ke wilayah tersebut untuk memastikan proses evakuasi korban bisa berjalan dengan baik dan cepat.

"Sehingga proses evakuasi menjadi prioritas saat ini. Kita konsentrasi, dan siang ini kita akan konsentrasi di titik ini untuk evakuasi," katanya.

Selain itu, kata Kepala Negara, penyaluran logistik bagi para korban terdampak gempa bumi di Cianjur dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan yang dibutuhkan.

"Makanan, obat-obatan, logistik semuanya terdistribusi dengan baik. Termasuk juga dengan kekurangan tenda yang ada. Tadi ada juga keluhan air karena memang ini titiknya banyak. Sehingga butuh waktu untuk mendistribusikan," jelasnya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan, sejumlah kendala masih ditemukan di lapangan sehingga evakuasi korban belum sepenuhnya selesai.

"Kondisinya curam, masih hujan, dan masih ada gempa susulan, tanahnya labil, sehingga perlu kehati-hatian. Tapi tadi Menteri PU sudah memerintahkan kepada jajarannya yang sudah terbiasa melakukan cut and fill, saya rasa ini bisa segera dikerjakan," katanya.

Salurkan Bantuan

Selain itu Presiden Jokowi dalam kesempatan itu juga menyapa dan memberikan bantuan kepada para pengungsi yang menjadi korban gempa tersebut.

"Ini untuk yang Bapak-bapak ada sarung, Ibu-ibu ada mukena. Semua dapet," katanya Presiden Jokowi kepada pengungsi.

Ia juga meminta pengungsi sabar dalam menghadapi musibah ini. Ia mengatakan, bahwa pemerintahan akan memberikan bantuan kepada para pengungsi yang rumahnya mengalami kerusakan.

"Semua sabar. Pemerintah akan segera (memberikan bantuan). Nanti bisa dibangun sendiri. Bisa dibangunkan oleh pemerintah. Nanti akan segera dilaksanakan kelau situasinya mereda," kata Presiden Jokowi.

Korban Ditangani dengan Baik

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengunjungi RS Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Ia memastikan para pasien korban terdampak gempa bumi tersebut ditangani dengan baik. "Saya tadi ke sini untuk memastikan perawatan yang sakit itu betul-betul tertangani dengan baik,"  katanya. 

Presiden Jokowi menyampaikan, dari 741 pasien yang dirawat, kini tinggal 24 pasien. Kata dia, sebagian pasien telah dipulangkan sebagian lain dirujuk ke kota sekitar untuk mendapatkan penganan lebih baik.

"Sudah sebagian dipulangkan, sebagian juga dirujuk ke Bandung maupun ke Jakarta untuk yang kasus-kasus berat. Ke Sukabumi untuk yang kasus-kasus berat. Saya rasa saya melihat penanganan di sini baik," ujarnya. 

Diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi memang sudah meninjau lokasi terdampak gempa bumi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur Jawa Barat.

Ia menyampaikan belasungkawa atas musibah gempa bumi yang melanda di wilayah tersebut. "Atas nama pribadi atas nama pemerintah saya ingin menyampaikan duka cita yang mendalam Bela sungkawa atas terjadinya musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur," katanya.

Presiden Indonesia ke-7 itu mengatakan dirinya sudah meminta jajarannya untuk bekerja sama dalam membantu penanganan pasca gempa bumi yang terjadi di Cianjur tersebut.

Mulai dari pembukaan akses yang terkena longsor hingga evakuasi penyelamatan korban-korban yang masih tertimbun longsor.

"Akses jalan yang kemarin tertimbun tadi pagi sudah bisa dibuka. Alhamdulillah. Dan ini nanti akan dilanjutkan dengan kecepatan dalam penanganan terutama penyelamatan evakuasi untuk yang masih tertimbun," jelasnya.

Presiden Jokowi juga memastikan pemerintah akan memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya terdampak gempa bumi kemarin.

Bantuan itu terdiri atas Rp 50 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat. Dan Rp 25 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan sedang. Rp 10 untuk rumah yang mengalami kerusakan ringan

"Tetapi yang paling penting adalah pembangunan rumah-rumah yang terkena gempa bumi ini diwajibkan untuk memakai standar-standar bangunan yang anti gempa oleh menteri PUPR," katanya.

"Karena tadi disampaikan oleh BMKG bahwa gempa ini adalah gempa 20 tahunan, sehingga pembangunan rumahnya kita arahkan untuk rumah yang anti gempa,” ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok

TERBARU

KOPI TIMES