Bom Bunuh Diri di Mapolsek Astana Anyar, Islah Bahrawi: Hentikan Fatwa Jihad

TIMESINDONESIA, BANDUNG – Peristiwa bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/12/2022) pukul 08.20 WIB memantik reaksi Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia, Islah Bahrawi.
Menurut Islah, ceramah seperti yang disampaikan ustadz Abdus Somad terkait tafsiran berupa fatwa gerakan bom bunuh diri harus dihentikan. Pasalnya, pernyataan ustadz lulusan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir itu dinilai dapat memicu perpecahan.
Advertisement
"Menyikapi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar Bandung, saya minta kepada ustadz-ustadz seperti Abdus Somad, tolong hentikan membuat fatwa-fatwa yang justru memancing orang untuk ingin membinasakan orang lain seperti fatwa dia tentang jihad istisyhadiyah," katanya.
Islah menilai, jika pernyataan Somad tersebut dapat menggiring publik kepada tindakan intoleran, yakni kekerasan dengan cara bom bunuh diri. Oleh sebab itu, fatwa tersebut diminta untuk dihentikan. Karena bertentangan dengan ajaran Islam.
"Mohon hentikan ini, karena Islam tidak mengajarkan seperti itu. Anda kalau memang betul-betul menjadi ustadz, ajarkan kesejukan kepada umat, jangan giring umat kepada aksi-aksi untuk melakukan kekerasan atas nama agama," terangnya.
Lebih lanjut, kata Islah, fatwa-fatwa yang disampaikan Somad justru membuat Islam dinilai semakin berkesan identik dengan aksi terorisme dan mengarah kepada aksi membinasakan orang lain.
"Apapun ajaran anda, apapun tafsir yang anda pegang, tolong jangan giring kami kepada arah kebencian, caci maki kekerasan yang justru ingin memberikan kebinasaan-kebinasaan kepada orang lain termasuk menghalalkan darah orang lain atas nama agama," tuturnya.
Islah meyakini, bahwa Somad telah membuat tafsiran sendiri terhadap makna dari kalimat istihariyah sehingga memiliki arti yang dipaksakan sesuai kemauan tanpa memikirkan dampak setelahnya, yakni penegasan dan semacam legalitas umat untuk melakukan bom bunuh diri.
"Betul-betul ini akan menggiring umat kepada arah perpecahan dan pertikaian, jangan kemudian atas nama tafsir-tafsir anda sendiri kemudian anda memberikan anjuran-anjuran dan memberi penegas legalisir terhadap umat untuk melakukan aksi-aksi bom bunuh diri seperti yang terjadi di Bandung hari ini," jelasnya.
Selain itu, dia juga meminta kepada Abdus Somad untuk menghentikan ceramah provokatif yang hanya akan membuat mindset Islam negatif di mata dunia.
"Saya minta hentikan semua ini, sebelum anda sendiri kemudian menyesal karena Islam ini akan terpuruk karena fatwa-fatwa yang anda keluarkan itu. Mohon hentikan itu kalau anda memang mengaku sebagai seorang pendakwah Islam," pinta Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia, Islah Bahrawi menegaskan.
Sebelumnya, beredar sebuah video yang diunggah oleh Tafaqquh Video YouTube yang isinya adalah ceramah yang diduga mengandung ujaran propaganda ustadz Abdus Somad. Berikut kalimatnya.
"Jangan katakan bom bunuh diri, ini dikritik ulama Mesir. Jangan katakan harokah intihariyah, tapi katakan harokah istisyhadiyah, harokah intihariyah gerakan bunuh diri itu pers barat yang mengatakan, yang betul adalah harokah istisyhadiyah, gerakan mati syahid," ujar Somad dalam video tersebut.
Video tersebut pun memantik reaksi dari Direktur Eksekutif Jaringan Moderasi Beragama Indonesia, Islah Bahrawi. Terutama setelah terjadi bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Ronny Wicaksono |
Publisher | : Lucky Setyo Hendrawan |