Peristiwa Nasional

Presiden RI Jokowi: Jangan Tengok Kanan Kiri, Lurus Terus Hirilisasi

Rabu, 01 Februari 2023 - 15:21 | 28.59k
Presiden Jokowi. (FOTO: Setkab RI)
Presiden Jokowi. (FOTO: Setkab RI)

TIMESINDONESIA, JAKARTAPresiden RI Jokowi (Joko Widodo) meminta dunia perbankan mendukung dan mengawal kebijakan hirilisasi industri yang dilakukan pemerintah.

Itu disampaikan oleh Kepala Negara dalam sambutannya pada Mandiri Investment Forum 2023, di Ballroom Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Advertisement

"Saya mau juga titip kepada Bapak-ibu sekalian, agar (kebijakan hilirisasi) ini dikawal. Bank-bank itu mengawal ini. Caranya? Kalau ada orang yang mengajukan kredit untuk bikin smelter diberi," katanya.

Suami Iriana itu berharap kalangan perbankan tidak mempersulit pemberian kredit untuk usaha yang mendukung hirilisasi ini karena memberikan keuntungan yang jelas bagi negara dan juga perusahaan pemberi kredit.

Ia menyampaikan, konsistensi dalam melakukan hirilisasi adalah kunci yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju. Oleh karenanya, kata dia, ia selalu mengingatkan jajarannya untuk melanjutkan kebijakan hirilisasi meski mendapat tantangan dari negara-negara lain.

"Saya sampaikan kepada para menteri setiap rapat, jangan tengok kanan kiri, lurus terus hirilisasi. Digugat di WTO terus. Kalah, tetap terus. Karena inilah yang akan melompatkan negara berkembang menjadi negara maju bagi negara kita," katanya.

Ia mengatakan, hirilisasi industri mendatangkan nilai tambah yang besar bagi Indonesia. Ia mencontohkan, kebijakan larangan ekspor bijih nikel sejak Januari 2022 yang diiringi dengan hilirisasi nikel mampu meningkatkan nilai ekspor nikel secara signifikan dari 1,1 miliar dolar AS hingga Rp30-33 miliar Dolar AS tahun 2022.

"Bayangkan, dari kira-kira Rp17 triliun kemudian melompat jadi Rp450 triliun, betapa nilai tambah itu sangat besar sekali," jelasnya.

Lalu, langkah selanjutnya dari hirilisasi, lanjut dia, yakni membangun ekosistem besar yang mengintegrasikan hirilisasi komoditas yang dimiliki. Misalnya, ekosistem kendaraan listrik termasuk baterai untuk kendaraan listrik.

 "Kalau nantinya ekosistem besar ini bisa kita bangun, nikelnya diintegrasikan dengan tembaganya, diintegrasikan dengan bauksitnya, diintegrasikan dengan timanya karena ini berada di pulau-pulau yang berbeda-beda, bisa diintegrasikan dan menghasilkan yang namanya EV battery, lithium battery, di situ saja kita, saya enggak tahu berapa kali nilai tambah yang akan muncul," ujar Presiden Jokowi. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.



Editor : Imadudin Muhammad
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES