Advertisement
Peristiwa Nasional

450 Prajurit Berangkat ke Papua, Ini Pesan Pangdam Mayjen Farid Makruf 

Riuh tepuk tangan ratusan prajurit TNI menyambut kedatangan Pangdam V Brawijaya Mayjen Farid Makruf bersama istri Shally Farid Makruf saat memasuki pintu masuk Batalyon Infanteri 527/ BY. 

TIMES Indonesia,
450 Prajurit Berangkat ke Papua, Ini Pesan Pangdam Mayjen Farid Makruf 
Pangdam V Brawijaya Mayjen Farid Makruf.
A-AA+

SURABAYA Riuh tepuk tangan ratusan prajurit TNI menyambut kedatangan Pangdam V Brawijaya Mayjen Farid Makruf bersama istri Shally Farid Makruf saat memasuki pintu masuk Batalyon Infanteri 527/ BY, Lumajang. 

Sambil terus berjalan, Panglima mengepalkan telapak tangan memberi semangat kepada ratusan prajurit diiringi dengan nyanyian mars TNI.

Advertisement

“Saya datang ke sini untuk memastikan apakah persiapan operasi pasukan Yonif 527 yang akan dikirim ke Papua sudah aman,” kata Mayjen Farid Makruf di sela-sela kesibukannya. 

Kesiapan yang harus dicek mulai dari kesehatan fisik prajurit, tenda, perbekalan persenjataan, obat-obatan, alkitab suci agama, serta perlengkapan prajurit lainnya.

450-Prajurit-Berangkat-ke-Papua-b.jpg

Setelah memastikan semua persediaan sudah aman, orang nomor satu dalam Komando Daerah Militer V/Brawijaya langsung memberi arahan kepada 450 prajurit yang akan berangkat. 

Ada berapa poin pesan penting yang disampaikan Pangdam untuk membekali prajurit di tempat tugas nanti salah satunya adalah masalah kebersihan. 

Advertisement

“Hal pertama yang harus diperhatikan prajurit saat tiba di tempat tugas adalah mengecek kondisi kebersihan pos. Bersihkan pos dan lingkungannya. Jangan biarkan ada sarang nyamuk, debu dan air menggenang,” ujarnya. 

Sebab, lanjut dia, kalau kondisi lingkungannya kotor, itu sangat disukai nyamuk Aedes Aegypti penyebab dengue atau nyamuk yang menyebabkan penyakit Malaria. Tidak dipungkiri sampai saat ini, penyakit malaria sangat diwaspadai di daerah Papua.

“Saya tidak ingin anggota saya ada yang kena Malaria disana. Kalau kalian sakit bagaimana kalian bisa menjalankan amanah yang diberikan Negara untuk menjaga kedaulatan NKRI,” tegas Panglima. 

Meski demikian, Ia meyakinkan prajurit agar tidak takut dengan penyakit itu, sebab Malaria hanya akan menyerang orang-orang yang malas.

“Pertahankan kondisimu, jaga kesehatan diri dengan makan, makanan yang sehat dan rajin olahraga. Kalau kalian tidak malas, penyakit Malaria tidak akan menyerangmu,” pesan Mayjen Farid Makruf. 

Selain menjaga kesehatan diri, pesan penting yang disampaikan Panglima kepada prajurit yang bertugas kelak yaitu, membangun komunikasi dan kedekatan dengan seluruh lapisan masyarakat di Papua. Sebab hal itu, merupakan salah satu solusi dari inti permasalahan. 

“Kerahkan semua kemampuan untuk berinteraksi dengan masyarakat. Bantu mereka dan jangan pernah menyakiti hati atau menyinggung adat dan budaya masyarakat disana,” tegasnya.

Panglima menyatakan, tugas merupakan keharusan bagi prajurit. Karena tugas itu merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi satuan. Tidak semua anggota TNI memiliki kesempatan sama melaksanakan tugas operasi di sana.

Oleh karena itu, dalam operasi ini selain menjaga kesehatan, dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar, seorang prajurit juga harus menguasai taktik dasar dalam bertempur. Mempunyai mental kuat. Moril bagus. Selalu semangat dan tetap waspada. 

“Saya bangga melihat semangat prajurit Batalyon 527. Semuanya hebat. Saya yakin kalian semua akan sukses di daerah penugasan. Saya berharap kalian berangkat 450 orang, kembali pun 450 orang,” ucap Mayjen Farid Makruf yang diamini semua prajurit bersera para istri yang turut hadir dalam pengarahan Panglima.

Panglima menyampaikan, dirinya pun pernah mengalami hal yang sama. Pernah bertugas di daerah Papua. Namun, selama bertugas di Papua, dirinya selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat di daerah itu. 

“Kuncinya kalau kita mau disayangi orang, sayangilah orang di sekitar kita. Kalau kita mau ditolong orang, tolonglah orang disekitar kita dan yang terpenting jangan sombong. Dengan demikian kerja kita akan berjalan mulus,” tegas Mayjen Farid Makruf. 

Pesan untuk Ibu Persit

Selain memberi arahan kepada prajurit yang akan bertugas ke Papua, Panglima juga memberi arahan bagi ibu-ibu persit yang ditinggal tugas oleh suami. 

Ia menguatkan Ibu-ibu agar tidak sedih ditinggalkan suami menjalankan tugas Negara. “Saat menikah dengan anggota TNI kalian sudah mengetahui konsekuensi menjadi ibu persit yaitu siap ditinggalkan suami saat bertugas. Jadi jangan bersedih. Suami kalian sedang melakukan tugas mulia. Doakan suaminya sehingga sukses menjalankan tugas,” pintanya.

Bernada tegas, Panglima Mayjen Farid Makruf juga mengingatkan agar Ibu-ibu tidak berfoya-foya. Harus menjaga diri dan merawat anak dengan baik serta pintar mengelola keuangan sehingga bisa menabung. 

Sementara itu, Ketua Persit KCK PD V/Brawijaya Shally Farid Makruf mengatakan, peran ibu-ibu sangatlah penting dalam mendukung tugas pokok prajurit. 

“Tugas ibu-ibu yang ditinggalkan oleh suami yang sedang bertugas yaitu, harus menjaga jati diri sebagai seorang istri prajurit. Harus mampu menjaga keutuhan rumah tangga dan yang terpenting adalah mendoakan suami,” tutur dia dengan nada lembut. 

Dia juga berharap agar ibu-ibu pandai mengatur keuangan serta menjalin komunikasi dengan baik dengan ibu-ibu persit lainnya. 
Untuk mengatasi kerinduan pada suami, Ia menyarankan ibu-ibu persit mengisi hari-harinya dengan kegiatan-kegiatan positif.

“Mengisi hari-hari dengan kegiatan positif akan membantu mengatasi rasa rindu kepada suami. Satu tahun memang waktu yang lama. Saya pun sudah pernah mengalaminya. Tapi Alhamdulillah sampai sekarang masih setia mendampingi suami. Jadi ibu persit harus bisa mandiri,” ujar istri Mayjen Farid Makruf ini menguatkan ibu-ibu persit. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia