Peristiwa Nasional

Soal Pengungsi Rohingya, PBNU: Terima tapi Wajib Taat Aturan

Rabu, 06 Desember 2023 - 13:43 | 31.86k
Pengungsi Rohingya yang berada di Aceh. (FOTO: Antara)
Pengungsi Rohingya yang berada di Aceh. (FOTO: Antara)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pro-kontra penerimaan pengungsi Rohingya jadi perbincangan publik. Di Indonesia saat ini sudah tercatat 1.478 orang pengungsi dari negara Myanmar tersebut.

Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi menyampaikan, sudah saatnya Indonesia serius dalam menyelesaikan masalah pengungsi tersebut. Salah satunya, pemerintahan harus berkerja sama dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

"Ya, kita berharap pemerintah bekerja sama dengan PBB untuk membantu mereka sementara mengungsi di Indonesia atas dasar kemanusiaan sesuai kemampuan. Kemudian membantu mengirimkan mereka  pergi ke negara ketiga yang bersedia menerima mereka," katanya saat dihubungi TIMES Indonesia, Rabu (6/12/2023).

Namun, kata pria yang biasa disapa Gus Fahrur ini, pengungsi Rohingya wajib menaati aturan di Indonesia, jika mau menetap sementara di Bumi Katulistiwa ini. 

"Tentu saja mereka wajib mematuhi hukum internasional sebagai pengungsi dan tunduk peraturan pemerintah Indonesia," ujar Gus Fahrur.

Mencari Jalan Keluar

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah masih mencari jalan keluar untuk mengatasi masalah pengungsi Rohingya tersebut. Apalagi, kata dia, mereka kini sudah ada ribuan orang yang tinggal di Indonesia.

"Kami sedang mencari jalan keluar tentang ini. Satu, mengenai kebutuhan domestik kita Indonesia di mana pun. Kedua, juga mengenai kemanusiaan," kata Mahfud MD di Jakarta.

Ia menjelaskan, Indonesia sebenarnya tak terikat dengan konvesi internasional soal pengungsi di bawah United Nations High Commissioner for Refugees atau UNHCR. Tapi, keterbukaan Indonesia pada pengungsi tersebut adalah didasari kemanusiaan. 

Justru, kata Mahfud MD, negara-negara yang terikat perjanjian dengan UNHCR seperti Malaysia, Australia hingga Singapura, tak terbuka atau tak mau menampung pengungsi Rohingya tersebut.

"Malaysia menutup, Australia menutup, semuanya menutup. Singapura apalagi enggak mau menerima. Mereka (Rohingya) lahirnya ke Indonesia," jelas tokoh asal Madura, Jawa Timur ini.

Mahfud MD juga menyampaikan, saat ini masyarakat sebenarnya sudah resah dan enggan mau menampung pengungsi Rohingya ini. Apalagi, kata dia, jumlahnya kian bertambah. 

"Jumlahnya sekarang sudah 1.478 orang dan orang-orang lokal, orang Aceh, Sumatera Utara, Riau itu beliau sudah keberatan ditambah terus karena kami juga miskin kenapa ini terus ditampung tapi gratis terus?" ujarnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES