Peristiwa Nasional

Duh, 6993 Perempuan di Indonesia Jadi Korban Kekerasan Seksual

Kamis, 14 Desember 2023 - 22:20 | 22.36k
Ilustrasi - Sejumlah anggota komunitas pecinta kereta api Javatrain memegang poster saat sosialisasi untuk mencegah tindak pelecehan seksual di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Ahad (10/12/2023). (Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah/nym)
Ilustrasi - Sejumlah anggota komunitas pecinta kereta api Javatrain memegang poster saat sosialisasi untuk mencegah tindak pelecehan seksual di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Ahad (10/12/2023). (Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah/nym)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) mencatat tren kasus kekerasan seksual di Indonesia meningkat khususnya terhadap perempuan.

"Yang naik adalah kasus yang terlaporkan, dari 15.786 kasus sebanyak 6.993 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan," kata Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan Kementerian P3A Ciput Eka Purwianti saat webinar yang dipantau di Jakarta, Kamis (14/12/2023).

Ia mengatakan kekerasan seksual di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun dan menjadi fenomena "gunung es" di mana angka tersebut baru di puncaknya saja.

"Jadi masih banyak lagi perempuan dan anak yang belum melaporkan atau memang sengaja tidak melaporkan sebagai tindak kekerasan seksual," katanya.

Ciput menjelaskan latar belakang yang membuat mereka tidak berani melapor karena tidak memiliki informasi kemana harus melapor.

"Sebagai daerah otonom yang punya tanggung jawab untuk melaksanakan penanganan dan pelindungan serta pemulihan korban kekerasan seksual wajib memasukkan sebagai isu prioritas di daerah masing-masing," katanya.

Dalam konsep bekerja sebagai aparatur pemerintah, hal itu juga termasuk dalam indikator kinerja yang ada di dokumen perencanaan pembangunan yang ada di daerah.

"Apabila dalam proses perencanaan membutuhkan pendampingan, kami dengan senang hati hadir untuk membantu agar mampu menyediakan berbagai layanan yang diperlukan," cakapnya.

Ciput menilai perlu komitmen bersama dalam membuat kebijakan perlindungan anak dan perempuan sehingga terhindar dari segala bentuk diskriminasi dan eksploitasi.

"Sinergi adalah kata kunci dalam membuat kebijakan kabupaten dan kota layak anak serta dalam hal sosialisasi, anggaran infrastruktur dan sumber daya manusia dalam memastikan pelayanan terpadu dan penanganan kekerasan seksual," ucapnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES